Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 10 Mar 2026 19:17 WITA ·

Mudik Lebaran 2026, DPRD Bombana Desak Pemda Buka Rute Pelayaran Kasipute-Dongkala


 Sudiami, S.H. Perbesar

Sudiami, S.H.

BOMBANA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bombana, Sudiami, mendesak Pemda Bombana untuk segera membuka rute pelayaran Kasipute-Dongkala menjelang mudik Lebaran atau Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Sudiami meminta Pemda Bombana untuk mengambil langkah konkret dalam satu atau dua hari ini untuk kembali membuka akses transportasi laut di rute tersebut.

“Apalagi ini dalam menghadapi arus mudik Lebaran karena pasti ada lonjakan penumpang, ini yang paling penting. Harus segera dibuka rute pelayaran rute Kasiput-Dongkala. Kami tidak ingin masyarakat Kabaena Timur kesulitan melakukan perjalanan,” kata Sudiami.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Kabaena Timur sangat bergantung pada KMP Oputa Yi Koo untuk melakukan aktivitas sehari-hari, terutama saat mudik Lebaran.

Dari informasi yang diperoleh, kata Sudiami, masyarakat Kabaena Timur kini terpaksa mengeluarkan uang lebih besar untuk melakukan perjalanan ke Kasipute atau sebaliknya, setelah kapal feri Oputa Yi Koo menghentikan layanan. Mereka harus berputar lewat Pelabuhan Sikeli Kabaena Barat atau Pelabuhan Phising Kabaena Utara, yang jaraknya sangat jauh dan kondisi jalannya rusak parah.

Bahkan, biaya sewa mobil untuk perjalanan ini bisa mencapai Rp 600.000, sedangkan ojek Rp 250.000-Rp 300.000. Hal ini tentu saja membebani masyarakat Kabaena Timur yang sangat bergantung pada rute transportasi tersebut untuk perjalanan ke Ibu Kota Kabupaten Bombana.

“Ini sangat tidak adil bagi masyarakat Kabaena Timur yang sekarang kami harus membayar mahal untuk transportasi,” kata kata Sudiami Anggota DPRD Bombana Dapil Pulau Kabaena.

“Dan ini sangat meresahkan masyarakat, kami menerima banyak keluhan dan kritikan dari warga,” tambah Sudiami.

Ia juga mengaku telah berupaya maksimal melalui RDP di DPRD Bombana dan Dinas terkait, serta konsultasi dengan Dinas terkait Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia juga telah berkomunikasi dengan pihak kapal Ferry Oputa Yi Koo, yang menyatakan menunggu surat permintaan dari Pemda Bombana untuk kembali beroperasi di rute Kasipute-Dongkala.

“Kami berharap Pemda Bombana dapat segera mengambil langkah konkret untuk membuka rute pelayaran ini, sehingga masyarakat Kabaena Timur dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah dan aman saat Lebaran,” tutup Sudiami.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Kabaena Timur dan Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menghadapi situasi darurat menyusul penghentian layanan kapal ferry Oputa yang melayani rute Dongkala – Kasipute. Pengumuman penghentian tersebut disampaikan langsung oleh PT Dharma Dwipa Utama (DDU) selaku perusahaan pelayaran yang menaungi KMP Oputa Yi Koo dan langsung memicu kekhawatiran masyarakat setempat.

Padahal, KMP Oputa Yi Koo merupakan satu-satunya modal transportasi laut reguler yang menghubungkan Dongkala dengan Kasipute. Penghentian operasional kapal ini berdampak besar terhadap mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta akses layanan sosial dan aktivitas ekonomi lainnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pergi Melaut Sejak Minggu, Nelayan Lansia di Muna Dilaporkan Hilang

10 Maret 2026 - 15:14 WITA

Mudik Gratis Kendari–Raha–Baubau, Berikut Jadwal Keberangkatan Kapal

10 Maret 2026 - 13:20 WITA

Dishub Bombana Gelar Rakor, Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

9 Maret 2026 - 17:43 WITA

Terjaganya Biodiversitas Pulau Wawonii dan Pentingnya Kolaborasi MultipihaK

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Lanud Haluoleo Uji Kemampuan Fisik Casis PA PK TNI AU

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Lanud Haluoleo Panen Raya Buah Melon, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Trending di Daerah