Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 26 Feb 2026 22:31 WITA ·

Koperasi Transportasi Bandara Halu Oleo Dituding Hanya Modus Japre


 Ketua IMALAK Sultra, Ali Sabarno saat menyampaikan orasi. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua IMALAK Sultra, Ali Sabarno saat menyampaikan orasi. Foto: Istimewa

KENDARI – Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sultra menyoroti buruknya layanan transportasi di Bandara Halu Oleo. IMALAK Sultra menduga koperasi yang menangani transportasi di bandara tersebut hanya modus oknum untuk menarik jatah preman (Japre).

Ketua IMALAK Sultra, Ali Sabarno, mengatakan koperasi yang didirikan sejak 2017 itu tidak seperti koperasi pada umumnya.

“Untuk jadi sopir atau mendaftarkan mobil ke koperasi itu dipungut biaya 2 juta, dan per bulan di pungut iuran 500 ribu,” katanya, Kamis, 26 Februari 2026.

Hal ini sangat tidak adil bagi sopir yang ingin bergabung dengan koperasi, karena harus membayar biaya yang cukup besar.

IMALAK Sultra juga mendapatkan informasi bahwa tak semua mobil terdaftar di koperasi.

“Ada mobil beberapa oknum, entah itu milik kerabat atau apanya, tidak didaftarkan di koperasi, sementara masyarakat sekitar yang tak punya relasi dan kerabat oknum mesti membayar biaya pendaftaran dan iuran rutin bulanan,” bebernya.

Tak hanya itu, IMALAK Sultra juga menyoroti tidak adanya aturan yang mengatur perihal antrian mengambil penumpang bandara.

“Bandara Halu Oleo adalah wajah Sulawesi Tenggara, ketika penampakan para sopir berebut penumpang, dilihat oleh orang luar Sultra, ini penampakan yang tak elok, bahkan berujung pada keributan,” tuturnya.

Selain itu, IMALAK Sultra juga menyoroti tidak adanya transportasi online di Bandara Halu Oleo.

“Di bandara luar, transportasi online ada, nah di Bandara Halu Oleo, barang itu tidak ada, ini ada apa? jangan pertahankan koperasi yang kami duga hanya jadi modus japre,” urainya.

Pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa ada dugaan persekusi Oknum terhadap Sopir Transportasi Online yang kedapatan mengambil penumpang di Bandara.

“Kita juga dapat informasi, adanya persekusi dan denda terhadap sopir transportasi online yang kedapatan mengambil penumpang, bahkan ada yang hanya jemput keluarga ataupu temannya, hanya karena ada stiker maxim atau grab, malah mendapatkan perlakuan seperti itu walau sudah membela diri,” bebernya lagi.

Untuk itu, IMALAK Sultra mendesak pihak berwenang agar tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

“Mesti ada perbaikan secepatnya, jangan dibiarkan, Bandara Halu Oleo wajah Sultra, malu kita, kalau dibiarkan terus menerus, bila perlu koperasi tersebut di audit, mengalir kemana saja uang pungutan koperasi itu,” pungkas Ali Sabarno.

Sebelumnya, sebuah video keluhan pengunjung Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, seorang penumpang mengeluhkan tidak dapat mengakses layanan transportasi online Grab setibanya di Bandara Halu Oleo.

Menanggapi keluhan itu, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan berada di bawah kewenangan pihak bandara.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah

Sementara itu, Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, menjelaskan bahwa layanan transportasi daring Grab belum diperbolehkan beroperasi di kawasan Lanud Halu Oleo karena belum adanya kerja sama resmi dengan pihak Lanud.

“Grab tidak diperbolehkan masuk karena sampai saat ini belum ada kerja sama. Di bandara sudah ada taksi resmi yang memiliki kerja sama,” jelas Yusuf.(red)

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Staf Dekanat FISIP UHO Ngaku Diusir Tanpa Alasan Jelas, Posisinya Diganti Anak Kabag TU

14 Oktober 2026 - 14:23 WITA

Sejumlah Lapak di Pasar Sentral Bombana Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

13 Oktober 2026 - 15:07 WITA

Diduga Langgar Kepmen ESDM 365/2023, PT Cinta Jaya Diprotes Putra Daerah Mandiodo

12 Oktober 2026 - 12:53 WITA

Kades Watumbohoti Jelaskan Kondisi Bendungan dan Pipa Air Bersih di Wilayah IUP PT GAP

11 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Truk dan Avanza Tabrakan di Lapuko Konsel, Tiga Penumpang Luka-luka

10 Oktober 2026 - 21:23 WITA

KSOP Kendari Desak Pelindo Segera Bersihkan Debu di Pelabuhan Nusantara

7 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Trending di Daerah