KENDARI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, angkat bicara terkait video keributan dirinya dengan salah seorang anggotanya, Akbar, yang viral di media sosial.
Hamim mengakui sempat terbawa emosi dalam keributan tersebut. Ia menjelaskan, persoalan bermula ketika Akbar tetap mengikuti pertandingan bulu tangkis meski tidak mendapat rekomendasi darinya sebagai pimpinan.
“Yang saya rekomendasikan bukan dia, tapi dia tetap memaksakan ikut bertanding,” kata Hamim dalam keterangannya yang diterima, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Hamim, setelah pertandingan, Akbar mendatangi Kantor Satpol PP Sultra dalam kondisi emosi. Ia mengklaim Akbar kemudian melempar batu dan melakukan tindakan fisik terhadap dirinya.
“Dia melempar pakai batu, kemudian memukul dan mendorong saya,” ungkapnya.
Hamim mengakui sempat melontarkan ucapan bernada ancaman dalam kondisi emosi. Namun, ia menyebut hal itu terjadi setelah dirinya didorong dan diserang.
“Siapa pun pasti marah. Kita sebagai pimpinan dihantam, didorong,” ujarnya.
Hamim mengatakan, persoalan dengan Akbar bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut Akbar sebelumnya beberapa kali melakukan tindakan yang dinilai melanggar disiplin.
Salah satu sanksi yang diberikan, kata Hamim, adalah penundaan Kenaikan Gaji Berkala (KGB). Ia juga menyebut Akbar pernah dua kali melakukan aksi unjuk rasa dan menghalangi tugas penertiban.
Di sisi lain, Hamim membantah tudingan bahwa dirinya menghambat kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Satpol PP Sultra.
“Seluruh agenda tetap berjalan lancar,” tegasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Satpol PP Sultra kini memproses dugaan pelanggaran melalui mekanisme kode etik internal.
Terekam Terlibat Cekcok hingga Kontak Fisik
Sebelumnya, Hamim Imbu tersulut emosi hingga melontarkan kata-kata bernada ancaman kepada Akbar setelah keduanya terlibat perkelahian.
Peristiwa tersebut terjadi di area Kantor Satpol PP Sultra, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam rekaman video yang diterima, Hamim dan Akbar terlihat terlibat cekcok hingga terjadi kontak fisik. Sejumlah anggota Satpol PP kemudian berusaha melerai keduanya agar pertikaian tidak berlanjut.
Akbar terlihat diarahkan menjauh dari lokasi. Sementara itu, beberapa anggota lainnya berusaha menahan dan menenangkan Hamim yang masih terlihat emosi.
“Izin, Komandan. Izin, Komandan,” ujar salah seorang anggota yang memeluk Hamim.
“Sudah, Pak. Sudah, Pak,” kata seorang perempuan yang turut berusaha menenangkan suasana.
Namun, Hamim yang masih tersulut emosi kemudian berlari ke dalam area kantor. Tak lama berselang, ia kembali dan berupaya menghampiri Akbar, tetapi kembali dicegat sejumlah anggota.
“Akbar, sini kau, Akbar!” teriak Hamim yang masih mengenakan seragam dinas.
Dalam rekaman tersebut, Hamim juga terdengar melontarkan ucapan bernada ancaman kepada Akbar.
“Akbar, sini saya bocorkan ususmu!” teriak Hamim.
Keributan Disebut Berawal dari Persoalan Bulu Tangkis
Menurut Akbar, keributan itu bermula saat dirinya hendak mengikuti perlombaan bulu tangkis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Apriyani, Kendari.
Saat bersiap mengikuti pertandingan, Akbar mengaku didatangi ketua panitia dan diberitahu bahwa dirinya didiskualifikasi karena tidak mendapat rekomendasi dari pimpinan untuk mewakili Satpol PP Sultra.
“Saya diberitahu dilarang bermain dan didiskualifikasi karena pimpinan tidak memberikan rekomendasi untuk mewakili Satpol PP,” kata Akbar saat ditemui awak media, Jumat, 14 Agustus 2026.
Akbar mengklaim, panitia sebelumnya menyampaikan bahwa perlombaan olahraga antar-OPD tersebut merupakan kesempatan bagi ASN untuk berpartisipasi dan tidak mewajibkan adanya rekomendasi dari pimpinan.
Merasa keberatan dengan keputusan tersebut, Akbar kemudian mendatangi ruang kerja Kasatpol PP Sultra untuk meminta penjelasan.
“Saya masuk dan bertanya, ‘Apa masalahmu dengan saya?’ Tapi tiba-tiba pengawal dan sopirnya memegang saya. Saat itu Kasatpol PP melayangkan pukulan ke arah jidat saya sampai bengkak,” tuturnya.
Akbar mengaku mengalami pembengkakan pada bagian jidat akibat kejadian tersebut.
Akbar Klaim Dua Tahun Tak Dilibatkan dalam Kegiatan
Selain persoalan perlombaan bulu tangkis, Akbar mengungkap adanya persoalan lain yang disebut telah berlangsung cukup lama. Ia mengaku selama sekitar dua tahun tidak dilibatkan dalam sejumlah kegiatan Satpol PP Sultra.
Akbar juga mengklaim hak Kenaikan Gaji Berkala (KGB) miliknya sejak Januari 2026 belum diberikan. Menurut Akbar, proses KGB tersebut terkendala karena dirinya mengaku tidak memperoleh surat rekomendasi dari Kasatpol PP Sultra.
Akbar berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka sehingga tidak kembali menimbulkan konflik antara pimpinan dan anggota. (lin)
















