KENDARI – Komunitas Sahabat Bumi bersamsa sejumlah komunitas pegiat lingkungan di Kota Kendari menggelar aksi bersih-bersih di kawasan eks MTQ pada Senin sore, 13 April 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari gerakan “Indonesia Asri” ini berfokus pada pengumpulan sampah plastik untuk dikelola lebih lanjut menjadi barang bernilai ekonomi.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, yakni Komunitas Teras, Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Nature Evolution, Bank Sampah Al-Faidzin, DLH Kota Kendari, DLH Provinsi Sultra dan Galaksi Sultra.
Inisiator Komunitas Sahabat Bumi, Yusnani menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan ikon kota sekaligus upaya edukasi pengelolaan limbah.
Dalam aksinya, para relawan secara khusus mengumpulkan botol-botol plastik yang masih memiliki nilai guna. Sampah yang terkumpul tidak dibuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan disalurkan melalui sistem Bank Sampah.
“Kami bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Faizin, Nature Evolution, dan TPS 3R yang ada di Puuwatu untuk pemanfaatan lebih lanjut,” ujar Yusnani saat ditemui di lokasi.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik. Meskipun aksi ini berskala komunitas, para peserta berharap gerakan ini bisa mendorong kebijakan lingkungan yang lebih luas dan aksi lapangan yang lebih masif.
“Harapannya kan semoga masyarakat atau siapapun yang menyaksikan ini bisa turut serta dalam gerakan bersih, kemudian agar penggunaan plastik dilakukan secara bijak,” kata Yusnani.
Melalui kolaborasi ini, para penggiat lingkungan di Kendari menegaskan bahwa menjaga kelestarian kota adalah tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari langkah-langkah kecil di lapangan. (lin)















