Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 14 Jun 2025 21:42 WITA ·

Dugaan Mark Up Anggaran Obat di RSUD Muna: KPKH Sultra Desak Kejati Bertindak


 Ketua Umum KPKH Sultra, Muhammad Alamsyah Perbesar

Ketua Umum KPKH Sultra, Muhammad Alamsyah

PENAFAKTUAL.COM – Konsorsium Pemerhati Keadilan Hukum Sulawesi Tenggara (KPKH Sultra) mengendus dugaan mark up anggaran pengadaan obat-obatan di lingkungan RSUD Kabupaten Muna.

Ketua Umum KPKH Sultra, Muhammad Alamsyah, mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Direktur RSUD Kabupaten Muna.

Alamsyah mengungkapkan bahwa setiap tahunnya, RSUD Kabupaten Muna mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan obat-obatan. Namun, ironisnya, masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit tersebut justru diarahkan untuk membeli obat-obatan di luar.

“Ini sangat janggal. Jika memang ada anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan obat-obatan, mengapa masyarakat masih harus membeli obat di luar?” tanya Alamsyah.

Alamsyah menilai bahwa terdapat ketidaktransparan dalam pengelolaan anggaran pengadaan obat-obatan di RSUD Kabupaten Muna. Oleh karena itu, ia mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera mengambil tindakan dengan memanggil dan memeriksa Direktur RSUD Kabupaten Muna.

“Jika direktur RSUD Kabupaten Muna tidak segera dipanggil dan diperiksa, kami akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara,” ancam Alamsyah.

Ia berharap agar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dapat menindaklanjuti dugaan mark up anggaran pengadaan obat-obatan di RSUD Kabupaten Muna dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.(red)

Artikel ini telah dibaca 180 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kursi Terbatas, Mediasi Sengketa PT TAS dan Pekerja di Kendari Diwarnai Ketegangan

16 Maret 2026 - 14:41 WITA

GMA Sultra Soroti Pemberitaan Dugaan Tersangka Anton Timbang, Tekankan Asas Praduga Tak Bersalah

16 Maret 2026 - 14:00 WITA

Himarasi Sultra Desak Polda Sultra Hentikan Pemanggilan Jurnalis

16 Maret 2026 - 05:51 WITA

Organisasi Advokat Baru Bermunculan, Abdul Rahman Minta MA Lebih Selektif

15 Maret 2026 - 23:59 WITA

Kecelakaan di Molawe, Mobil Innova Hantam Dua Motor

15 Maret 2026 - 15:52 WITA

Tabrakan Dua Motor di Konawe Utara, Satu Orang Meninggal Dunia

15 Maret 2026 - 15:41 WITA

Trending di Hukrim