KOLAKA – Sebuah perahu nelayan dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah dihantam ombak di Perairan Lambasina, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu, 21 Februari 2026.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 13 nelayan sempat terdampar di perairan sekitar Pulau Labansina sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Kendari, Amiruddin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari salah satu korban bernama Abdul Razak sekitar pukul 12.04 Wita.
“Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 12.24 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi terakhir diketahui (LKP) menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR,” ujar Amiruddin dalam keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika Abdul Razak bersama 12 rekannya melaut untuk mencari ikan pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita.
Saat hendak kembali ke darat, longboat yang mereka gunakan mengalami kerusakan pada baling-baling akibat hantaman ombak.
“Hingga informasi diterima, posisi longboat masih terdampar disekitar perairan Pulau lambasina dan seluruh nelayan membutuhkan bantuan evakuasi,” kata Amiruddin.
Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 15.48 Wita dan menemukan seluruh nelayan dalam kondisi selamat. Selanjutnya, para nelayan beserta perahu yang rusak dievakuasi menuju Pelabuhan Nusantara Kolaka untuk penanganan lebih lanjut. (lin)















