Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 25 Agu 2025 21:37 WITA ·

Bendung Irigasi Rp1,3 Miliar di Bombana Roboh: Diduga Gagal Konstruksi!


 Bendung Irigasi di Desa Raurau, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana yang roboh. Foto: Istimewa Perbesar

Bendung Irigasi di Desa Raurau, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana yang roboh. Foto: Istimewa

BOMBANA – Bendung Irigasi di Desa Raurau, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi bisu dugaan kegagalan konstruksi yang menghancurkan harapan. Bangunan yang dibangun dengan anggaran Rp1,3 miliar ini, yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, malah menjadi simbol kegagalan dan ketidakprofesionalan.

Hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun pada Desember 2024, bendung ini telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Pada 18 Maret 2025, bendung ini dilaporkan telah mengalami keretakan. Dan kini, belum genap setahun, bendung ini telah roboh, meninggalkan puing-puing dan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.

“Apa yang salah?” Pertanyaan ini bergema di benak masyarakat setempat. Apakah kesalahan desain, kesalahan konstruksi, atau kesalahan pengawasan? Penyebab pasti robohnya bendung ini masih belum diketahui, namun satu hal yang pasti, kegagalan ini telah menghancurkan harapan dan kepercayaan masyarakat.

Menurut salah satu warga sekitar bendung ini dikerjakan oleh CV Sangai Wita. “Iya, tahun 2024 kemarin. Sekarang sudah roboh”, ungkapnya bernada kecewa.

Ia juga menambahkan, “Awal bulan 8 ini dia roboh, kita juga kurang tahu apa sebabnya. Hanya memang itu hari sudah retak waktu belum lama selesai dikerjakan.”

Bendung ini dibangun dengan harapan menjadi sumber irigasi bagi sawah-sawah di sekitarnya, meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kini bendung ini menjadi simbol kegagalan dan ketidakprofesionalan.

Masyarakat setempat berharap agar pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk mengetahui penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Dengan robohnya bendung ini, masyarakat setempat merasa kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan pihak terkait. Oleh karena itu, penting bagi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan transparan dan akuntabel untuk mengetahui penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini

Saat ini, awak media masih dilakukan upaya konfirmasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Bombana dan pelaksana kegiatan, untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini.(red)

Artikel ini telah dibaca 205 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Knalpot Brong Berujung Penikaman di Buton Selatan

28 Agustus 2025 - 20:54 WITA

Warga Desa Maabholu Muna Digegerkan Penemuan Ular Piton 8 Meter

28 Agustus 2025 - 19:53 WITA

Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program Prioritas Kadin Sultra

28 Agustus 2025 - 18:23 WITA

Aksi Nyata PT TBS dan Almhariq: Jalan Poros Kabaena Selatan Mulai Dibangun

28 Agustus 2025 - 17:22 WITA

Tito Karnavian Soroti Jam Tangan Rolex Bupati Bombana: Harusnya Pejabat Publik Bersikap Sederhana!

27 Agustus 2025 - 20:05 WITA

Gunakan Jam Tangan Rolex Senilai Hampir Rp 1 Miliar, Gaya Hidup Mewah Bupati Bombana Disorot!

27 Agustus 2025 - 19:47 WITA

Trending di Daerah