Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 26 Mei 2025 17:29 WITA ·

Ampuh Sultra Soroti Kuota RKAB PT SCM: Janji Smelter, Realitas Penambangan


 Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo. Foto: Istimewa Perbesar

Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti kuota RKAB sebesar 19 juta metrik ton yang diberikan kepada PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Pasalnya, kehadiran PT SCM adalah untuk membangun smelter, bukan untuk menambang dan menjual ore nikel.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengungkapkan bahwa janji PT SCM adalah membangun pengolahan limonit dan saprolit di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, bukan menambang dan menjual ore nikel. Namun, fakta yang terjadi justru PT SCM lebih terlihat fokus menambang dan menjual ore nikel ke smelter Morowali daripada membangun smelter seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“PT SCM ini mesti diperjelas maksud dan tujuannya, mau menambang dan menjual ore saja atau serius mau membangun smelter? Jangan sampai penambang bertopengkan janji smelter lagi,” ucap Hendro, Senin, 26 JAnuari 2025.

Menurut Hendro, jika tujuan utama adalah membangun smelter seperti yang dijanjikan sebelumnya, maka manajemen PT SCM seharusnya fokus pada pembangunan smelter, bukan menambang dan menjual ore. Terlebih lagi, manajemen PT SCM juga menjanjikan pembangunan smelter PT Indonesia Konawe Industri Park (IKIP) di wilayah Matabuangga, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

“Di Sultra ini sudah banyak praktik-praktik seperti ini, di mana perusahaan memberi iming-iming pembangunan smelter kepada masyarakat, tetapi pada akhirnya mereka hanya menambang. Pada akhirnya, kandungan ore habis, smelter nihil,” tegas Hendro.

Hendro mengatakan bahwa masyarakat Sultra sudah kenyang dengan janji-janji smelter, sehingga jika PT SCM benar-benar ingin membangun smelter, maka sudah saatnya untuk dibuktikan dengan fakta di lokasi.

“Kami hanya butuh komitmen, serius mau membangun smelter atau hanya mau menambang dan menjual ore saja. Jangan sampai ore habis, smelter juga nihil. Jadi, mesti ada pembuktian di lapangan,” terangnya.

Terakhir, Ampuh Sultra menantang manajemen PT SCM untuk terbuka dan mempresentasikan sudah sejauh mana progres pembangunan dua smelter di Kecamatan Routa.

“Coba PT SCM buka ke publik, sudah sejauh mana progres pembangunan smelter di Routa? Agar masyarakat juga yakin bahwa smelter yang dijanjikan oleh PT SCM benar ada. Jangan sampai seperti yang di kabupaten sebelah, ore habis, smelter nihil,” tutupnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Knalpot Brong Berujung Penikaman di Buton Selatan

28 Agustus 2025 - 20:54 WITA

Warga Desa Maabholu Muna Digegerkan Penemuan Ular Piton 8 Meter

28 Agustus 2025 - 19:53 WITA

Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program Prioritas Kadin Sultra

28 Agustus 2025 - 18:23 WITA

Aksi Nyata PT TBS dan Almhariq: Jalan Poros Kabaena Selatan Mulai Dibangun

28 Agustus 2025 - 17:22 WITA

Tito Karnavian Soroti Jam Tangan Rolex Bupati Bombana: Harusnya Pejabat Publik Bersikap Sederhana!

27 Agustus 2025 - 20:05 WITA

Gunakan Jam Tangan Rolex Senilai Hampir Rp 1 Miliar, Gaya Hidup Mewah Bupati Bombana Disorot!

27 Agustus 2025 - 19:47 WITA

Trending di Daerah