MUNA BARAT – Dua unit rumah warga di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, terbakar pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 16.30 Wita.
Kedua rumah tersebut masing-masing milik Amsar (42) dan ibunya, Wa Ode Pelona (72). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp350 juta.
Kapolsek Lawa, Ipda Jaman, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui dari bagian dapur rumah Amsar. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum api membesar terdengar suara ledakan dari arah dapur.
“Dari keterangan saksi, terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali berturut-turut yang cukup keras. Setelah itu api semakin membesar dan merembet ke rumah sebelah milik Wa Ode Pelona,” kata Ipda Jaman, Rabu, 9 September 2026.
Saat kebakaran terjadi, rumah Amsar dalam keadaan kosong. Amsar bersama istrinya, Wa Saroni, sedang berada di tempat penyulingan nilam yang lokasinya tidak jauh dari rumah.
Sebelum meninggalkan rumah, sekitar pukul 16.20 Wita, Wa Saroni sempat menyalakan kompor gas untuk memasak air. Ia kemudian pergi ke tempat penyulingan nilam sambil membawa pisang goreng.
Tak lama berselang, Asbar Tanjung datang ke tempat penyulingan dan memberitahukan kepada Amsar bahwa rumahnya terbakar.
Amsar bersama istrinya dan sejumlah rekannya kemudian bergegas menuju rumah. Saat tiba, api sudah membesar dari bagian dapur.
Sementara itu, Wa Ode Pelona yang berada di dalam rumahnya mendengar teriakan warga yang meminta untuk keluar. Rumahnya berjarak sekitar tiga meter dari rumah Amsar.
“Korban keluar rumah melalui pintu belakang dan melihat api semakin membesar serta sudah merambat ke rumahnya,” ujar Ipda Jaman.
Menurut keterangan saksi Amrin, saat melintas di depan rumah Amsar sepulang dari kebun, ia melihat api sudah membakar bagian dapur. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan.
Amrin sempat hendak masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang-barang. Namun, ia mencium bau gas LPG yang sangat menyengat. Tidak lama kemudian terdengar tiga kali suara ledakan dari arah dapur.
Saksi lainnya, La Ode Muh. Acal, juga mengaku mendengar suara ledakan saat hendak membantu mengeluarkan barang dari dalam rumah. Ia kemudian keluar dan meminta warga lainnya untuk menjauh karena api semakin membesar.
Api selanjutnya merambat ke rumah Wa Ode Pelona yang berada di dekat rumah Amsar.
Asbar Tanjung yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut juga sempat berupaya mengeluarkan mobil yang berada di garasi rumah Amsar. Setelah itu, ia kembali ke tempat penyulingan nilam untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada Amsar.
Dalam kebakaran itu, sejumlah barang milik kedua korban ikut terbakar, termasuk perabot rumah tangga, barang elektronik, dokumen penting dan uang tunai.
Rumah Amsar mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Sejumlah barang yang terbakar antara lain tiga lemari kayu, tiga lemari plastik, dua ranjang kayu, dua spring bed, dua kulkas, televisi, laptop, handphone, kipas angin, perabot dapur, sertifikat tanah, ijazah serta uang tunai sekitar Rp11 juta.
Sementara rumah Wa Ode Pelona mengalami kerugian sekitar Rp150 juta. Barang yang terbakar antara lain empat lemari kayu jati, tiga lemari piring, tiga tempat tidur kayu, televisi, kulkas, mesin cuci, kipas angin, perabot dapur serta uang tunai sekitar Rp5 juta.
Petugas Polsek Lawa yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses pemadaman bersama masyarakat serta pihak terkait. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi dan korban serta memasang garis polisi di lokasi.
Ipda Jaman menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan sumber api, meski berdasarkan keterangan awal api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur rumah Amsar.
“Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (lin)

















