Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 6 Sep 2026 22:09 WITA ·

Sinergi PAAP dan Polairud Perkuat Pengawasan di Teluk Kulisusu 


 Petugas Polairud saat memberikan pengarahan kepada sejumlah nelayan di Teluk Kulisusu Butur. Foto: Istimewa Perbesar

Petugas Polairud saat memberikan pengarahan kepada sejumlah nelayan di Teluk Kulisusu Butur. Foto: Istimewa

BUTON UTARA – Sinergi antara Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Teluk Kulisusu dan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi upaya menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut di wilayah Teluk Kulisusu.

Kegiatan pengawasan rutin kawasan PAAP kembali dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026. Tim yang terdiri dari Ketua Divisi PAAP Teluk Kulisusu bersama personel Polairud melakukan pemantauan langsung menggunakan perahu di sejumlah wilayah perairan Teluk Kulisusu.

Ketua Kelompok PAAP Teluk Kulisusu, Ahmad Purkon, mengatakan pengawasan difokuskan untuk memastikan kondisi kawasan, aktivitas nelayan, serta pemanfaatan sumber daya perikanan berjalan aman, tertib, dan bertanggung jawab.

“Keterlibatan Polairud bersama kelompok PAAP menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat pesisir dan aparat dalam menjaga wilayah perairan. Masyarakat memiliki pengetahuan dan keterikatan langsung dengan kawasan, sementara aparat memiliki peran mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban,” ujar Ahmad Purkon.

Pendekatan Humanis dan Edukatif

Dalam pelaksanaan di lapangan, pengawasan dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif. Setiap aktivitas yang ditemukan menjadi bahan perhatian bersama dengan mengutamakan komunikasi dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kawasan serta sumber daya perikanan.

Kehadiran pengurus divisi PAAP di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan pengawasan berjalan konsisten. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana memperoleh informasi langsung mengenai kondisi perairan dan aktivitas masyarakat yang dapat dijadikan bahan evaluasi pengelolaan kawasan PAAP Teluk Kulisusu ke depan.

Menurut Ahmad Purkon, menjaga laut bukan hanya dilakukan saat terjadi persoalan. Konsistensi melakukan pemantauan merupakan bentuk tanggung jawab untuk mencegah potensi gangguan terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat.

Harapkan Kolaborasi Berkelanjutan

Sinergi antara Kelompok PAAP Teluk Kulisusu dan Polairud diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan pengawasan kawasan yang tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga memperkuat peran aktif masyarakat pesisir.

“Dari Teluk Kulisusu, semangat menjaga laut terus dibangun melalui langkah nyata: masyarakat ikut mengawasi, aparat ikut mendukung, dan seluruh pihak bersama-sama menjaga kawasan agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Pengawasan rutin ini menegaskan bahwa menjaga laut bukan sekadar memantau, tetapi juga menjaga kepercayaan, keberlanjutan, dan masa depan masyarakat pesisir Teluk Kulisusu.(red)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jatuh dari Pohon Enau Setinggi 8 Meter, Lansia di Barangka Mubar Tewas

7 September 2026 - 17:51 WITA

Toyota Yaris Tabrak Median Jalan di Konsel, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

6 September 2026 - 12:38 WITA

Lansia yang Hilang di Hutan Tongkuno Muna Ditemukan Selamat, Tersesat Selama 3 Hari

6 September 2026 - 01:43 WITA

Pasang Jerat di Hutan Tongkuno, Lansia di Muna Tak Kunjung Kembali

5 September 2026 - 18:46 WITA

TKA Asal Tiongkok Ditemukan Tewas di Mess PT Konutara Sejati, Begini Kronologinya

5 September 2026 - 12:41 WITA

Karhutla di Warangga Muna, Penyebab Masih Misterius

1 September 2026 - 20:46 WITA

Trending di Daerah