KONAWE SELATAN – Kecemasan sempat menyelimuti warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan. Video alat berat yang beroperasi tak jauh dari permukiman beredar luas di media sosial, memicu dugaan adanya aktivitas tambang ilegal yang mengancam lingkungan.
Menjawab keresahan itu, PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) akhirnya buka suara. Direktur Utama PT WIN, Nur Iman Djalani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan eksploitasi tambang seperti isu yang berkembang.
“Kegiatan ini merupakan respons atas permintaan warga yang mengkhawatirkan kondisi lahan rawan longsor,” ujar Nur Iman, Minggu, 24 Mei 2026.
Menurutnya, alat berat diturunkan khusus untuk penataan lahan dan perbaikan lingkungan guna mencegah potensi longsor di kawasan tersebut.
PT WIN memastikan seluruh pekerjaan dilakukan di area milik masyarakat dan tetap mengutamakan aspek keselamatan serta kelestarian lingkungan sekitar permukiman.
Bagi Kaisar, pemilik lahan yang ditata, klarifikasi itu sejalan dengan yang ia rasakan. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PT WIN.
“Lahan sebelumnya tidak dimanfaatkan karena miring dan rawan longsor. Sekarang sudah bisa digunakan dan lebih tertata,” tuturnya.
Kaisar kini merencanakan pembangunan permukiman dan areal perkebunan di atas lahan yang sudah dirapikan itu. Ia juga menilai kehadiran PT WIN turut menggerakkan ekonomi warga Torobulu.(red)

















