BOMBANA – Belum genap sebulan menjabat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bombana, Nina Meirina, SH., MH, sudah mengharumkan nama daerah. Ia diganjar penghargaan nasional atas gerak cepatnya menghidupkan Hari Belajar Guru (HBG) di seluruh sekolah.
Penghargaan itu diserahkan langsung Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, di hadapan para Kepala Dinas Pendidikan se-Sulawesi Tenggara.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bombana yang langsung memberikan payung hukum dan dukungan penuh. Kecepatan responsivitas dalam menggerakkan seluruh elemen pendidikan untuk melaksanakan HBG ini luar biasa,” puji Nunuk.
Payung Hukum Jadi Kunci, Guru Kompak Belajar Bareng
HBG di Bombana tak sekadar wacana. Program ini dijalankan dengan dukungan Surat Edaran Bupati yang menjadi pijakan hukum bagi seluruh satuan pendidikan.
Setiap pekan, guru-guru berkumpul dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Mereka bedah modul ajar, berbagi inovasi kelas, sampai diskusi literatur pendidikan terbaru. Semua dilakukan kolegial, tanpa sekat senior-junior.
Bagi Nunuk, Nina Meirina punya kemampuan langka: menerjemahkan kebijakan pusat jadi aksi nyata di daerah, lebih cepat dari kabupaten lain.
“Selamat dan semangat berkarya untuk insan-insan pendidikan di Kabupaten Bombana,” ucapnya.
Ini Kerja Keras Pendahulu, Bukan Saya Sendiri
Di tengah apresiasi yang datang, Nina justru merendah. Ia menyebut penghargaan ini buah kerja kolektif dan dedikasi para pendahulunya di Disdikbud Bombana.
“Penghargaan yang diterima adalah buah kerja keras dan dedikasi para pendahulunya. Disdikbud Bombana tidak mungkin mampu bergerak cepat hingga meraih pengakuan nasional seperti saat ini,” kata Nina.
Tak hanya dari pusat, sejumlah Kepala Dinas Pendidikan dari kabupaten lain di Sultra yang hadir juga angkat topi. Mereka menilai keberhasilan Bombana lahir dari sinergi kuat antara pemda dan insan pendidikan.
Tidak Berhenti di Sini: Tekad Cetak Generasi Emas Wonua
Bagi Nina, penghargaan ini bukan garis finis. Justru jadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras.
“Kami tidak akan berhenti di sini, penghargaan ini memacu kami untuk bekerja lebih keras lagi. Komitmen kami tetap satu yaitu memajukan pendidikan Bombana dan mencetak generasi emas yang berkualitas,” tegasnya.
Ia berharap capaian ini bisa menjaga mutu layanan publik, meratakan kualitas pendidikan, dan menginspirasi instansi lain.
Di Bumi Wonua, langkah kecil para guru yang mau terus belajar setiap pekan kini diganjar pengakuan nasional. Di balik piagam penghargaan itu, ada ruang kelas yang pelan-pelan berubah: jadi tempat guru tumbuh, agar murid bisa terbang lebih tinggi.(red)

















