Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 22 Mei 2026 13:35 WITA ·

Curhatan Warga Baito Permai Soal Kondisi Perumahan: Tembok Retak-Plafon Mau Rubuh!


 Rumah salah satu warga Baito Permai mengeluhkan kualitas bangunan rumahnya yang retak, rembes, hingga plafon nyaris ambruk. Foto: Istimewa  Perbesar

Rumah salah satu warga Baito Permai mengeluhkan kualitas bangunan rumahnya yang retak, rembes, hingga plafon nyaris ambruk. Foto: Istimewa

KENDARI – Impian punya rumah sendiri berubah jadi kekecewaan bagi Asriani Ani. Warga Perumahan Baito Permai itu mengeluhkan kualitas bangunan rumahnya yang retak, rembes, hingga plafon nyaris ambruk.

Perumahan Baito Permai terletak di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Curhat di Facebook, Ingatkan Calon Pembeli*

Keluhan Asriani ia unggah di akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengaku kecewa karena kualitas pembangunan tak sesuai harapan. Ia pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati sebelum membeli.

“BTN Baito Permai tidak ada yang beres, pembangunan pada rembes, pada retak, plafon sudah mau rubuh. Jadi hati-hati kalau mau ambil BTN di BTN Baito,” tulisnya.

Curhat itu bukan tanpa alasan. Asriani mengaku sudah berkali-kali melapor ke pihak pengembang agar kerusakan diperbaiki. Namun, hasilnya nihil.

“Buktinya saya cuma dijanji saja, tidak ada yang datang perbaiki. Jangan percaya kalau mereka bilang kualitas bagus, omong kosong itu. Banyak yang rusak, biar sudah lapor kiri kanan tidak ada dorang (mereka) datang perbaiki,” ungkap Asriani.

Marketing Lempar ke Kantor, Pengembang Bungkam

Marketing Perumahan Baito Permai, Muh. Amir, saat dikonfirmasi awak meda, pada Jumat, 22 Mei 2026, memilih tidak banyak berkomentar. Ia mengatakan keluhan kerusakan bangunan merupakan kewenangan kantor.

“Maaf untuk lebih jelasnya silakan berhubungan di kantor. Kebijakan soal BTN itu dari kantor, saya di sini selaku marketing,” kata Muh  Amir.

Sementara itu, pihak Perumahan Baito Permai bernama Hairil yang dikonfirmasi terpisah enggan memberikan keterangan hingga berita ini ditayangkan.

Rumah Idaman yang Tak Kunjung Nyaman

Bagi Asriani, rumah seharusnya jadi tempat paling aman untuk pulang. Namun tembok yang retak dan plafon yang mengancam rubuh membuat rasa waswas hadir setiap hari. Ia berharap pengembang tak sekadar menjual janji, tapi juga bertanggung jawab atas kualitas bangunan yang dihuni warga.

Kasus Asriani menjadi pengingat bagi calon pembeli rumah subsidi untuk lebih teliti memeriksa kualitas bangunan dan rekam jejak pengembang sebelum memutuskan membeli.(lin)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Laskar Semut Merah Kritisi Lokasi Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari

11 Juli 2026 - 10:00 WITA

Dua Sepeda Motor Bertabrakan di Jalan Poros Lasunapa Muna, Empat Perempuan Dilarikan ke RSUD

11 Juli 2026 - 00:52 WITA

Pinjol Ilegal Ancam Ekonomi Kerakyatan, DPR Dorong Edukasi ke Masyarakat

10 Juli 2026 - 17:33 WITA

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Kawal Penyerahan Sertifikat PTSL 2026 di Watubangga

10 Juli 2026 - 16:55 WITA

Lanud Haluoleo Gelar Nobar Bola Gembira, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

10 Juli 2026 - 16:10 WITA

Senat UHO Tetapkan Tiga Nama Calon Rektor Periode 2026-2030, Ida Usman Raih Suara Tertinggi

10 Juli 2026 - 12:20 WITA

Trending di Daerah