Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 4 Apr 2026 17:54 WITA ·

Pria 40 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Bombana, Terdapat Luka di Pelipis dan Siku


 Polisi dan warga tengah mengevakuasi jenazah Rustam (40) yang ditemukan tewas di Perairan Poleang Bombana. Foto: Istimewa. Perbesar

Polisi dan warga tengah mengevakuasi jenazah Rustam (40) yang ditemukan tewas di Perairan Poleang Bombana. Foto: Istimewa.

BOMBANA – Seorang pria bernama Rustam (40) ditemukan tewas mengapung di perairan Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sabtu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 Wita.

Di dekat jasad korban, ditemukan sebuah jeriken berwarna putih yang berisi ikan dan diduga milik korban. Saat ditemukan, terdapat luka lecet pada bagian pelipis dan siku korban.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Doyo (20) yang sedang mencari gurita.

“Awalnya Doyo pulang dari mencari gurita ditengah laut, pada saat sudah dekat dari pinggir laut Kelurahan Boepinang Barat ia melihat ada sebuah jerigen warna putih terapung,” ujar Iptu Hakim.

“Saat Doyo mendekati jeriken tersebut, ia mendapati sesosok mayat tenggelam sekitar satu siku orang dewasa sambil memegang ikat jerigen tersebut,” imbuhnya.

Setelah itu, saksi mengajak dua warga lainnya, Herdi (35) dan Justang (42), untuk mengevakuasi korban.

Jenazah kemudian dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Boepinang Barat sebelum dievakuasi ke Puskesmas Poleang untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan luka pada pelipis kanan dan lecet pada siku kanan korban.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Keluarga telah menandatangani berita acara penolakan autopsi,” jelasnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mendata identitas korban.

Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya pergi melaut untuk mencari ikan. Hingga kini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan. Namun, hasil olah TKP mengarah pada dugaan korban terseret arus dan tenggelam.

“Diduga korban terseret ombak dan terbawa arus hingga ke tepian,” tambah Iptu Hakim.

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, untuk disemayamkan. (lin)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pendiri PENAFAKTUAL.COM Raih Juara 4 Lomba Karya Jurnalistik Tingkat Sultra

25 Agustus 2026 - 12:50 WITA

Motor Bersenggolan dengan Truk, Pelajar 15 Tahun Tewas Terlindas di Kolaka

25 Agustus 2026 - 11:45 WITA

“Gerak Cepat, Bantu Rakyat”, PAN Sultra Gelar Tasyakuran dan Bazar UMKM di HUT ke-28

24 Agustus 2026 - 17:56 WITA

Diduga Cemburu Soal Pekerjaan Istri, Pria di Buteng Ditemukan Tewas Gantung Diri

23 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Nelayan 62 Tahun Hilang Saat Melaut, Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kabaena Bombana

23 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Hilang Kendali di Tikungan, Mobil Minibus Terjun ke Sungai dan Empat Penumpang Luka-luka

22 Agustus 2026 - 18:14 WITA

Trending di Daerah