Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 8 Mar 2026 19:55 WITA ·

ABK PT Uki Raya Lines dan PT Aksar Saputra Lines Keluhkan Tak Ada Jaminan Sosial


 Ilustrasi. Sejumlah anak buah kapal (ABK) di PT Uki Raya Lines dan PT Askar Saputra keluhkan jaminan sosial. Foto: Istimewa. Perbesar

Ilustrasi. Sejumlah anak buah kapal (ABK) di PT Uki Raya Lines dan PT Askar Saputra keluhkan jaminan sosial. Foto: Istimewa.

KENDARI – Sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT Uki Raya Lines dan PT Aksar Saputra Lines mengeluhkan tidak adanya jaminan sosial selama mereka bekerja di atas kapal.

Padahal, pekerjaan sebagai ABK memiliki risiko tinggi karena harus menghadapi gelombang laut, cuaca ekstrem, hingga potensi kecelakaan kerja setiap saat.

Di balik gemuruh ombak dan deru mesin kapal yang membelah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra), para Anak Buah Kapal (ABK) tetap menjalankan tugasnya di tengah berbagai risiko pekerjaan. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian perlindungan ketenagakerjaan.

Beberapa ABK menyebut hingga kini belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, meskipun telah lama bekerja dan rutin melayani rute pelayaran antar pulau.

Padahal, pekerjaan di atas kapal memiliki tingkat risiko yang tinggi, mulai dari terpeleset di dek yang licin, tertimpa muatan, hingga ancaman saat menghadapi cuaca ekstrem di tengah laut.

Ironisnya, perlindungan jaminan sosial yang seharusnya menjadi pegangan saat musibah terjadi belum mereka dapatkan.

Salah seorang ABK PT Uki Raya Lines berinisial A menuturkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah lama bekerja melayani rute pelayaran antar pulau. Meski rutin berlayar dan menjalankan tugas tanpa jeda panjang, status kerja mereka disebut masih belum memiliki kejelasan.

“Kami bingung kalau mau menanyakan soal itu ke perusahaan. Takutnya justru kami dikeluarkan. Apalagi kami bekerja tanpa kontrak yang jelas,” ujarnya, Minggu 8 Maret 2026.

Rasa khawatir kehilangan pekerjaan membuat para ABK memilih tetap diam. Tanpa kontrak kerja tertulis dan tanpa kepastian jaminan sosial, mereka hanya bisa berharap setiap pelayaran berjalan aman karena tidak ada perlindungan yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja.

Kondisi serupa juga dialami ABK yang bekerja di PT Aksar Saputra Lines. Seorang ABK berinisial S mengungkapkan bahwa selama bekerja ia kerap diliputi rasa cemas jika sewaktu-waktu terjadi insiden di tempat kerja.

“Walaupun sudah berhati-hati saat bekerja, kita tidak pernah tahu kapan musibah bisa terjadi. Apalagi belakangan ini sering terdengar kabar pekerja mengalami kecelakaan saat bekerja,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pelayaran tetap berjalan seperti biasa. Kapal-kapal terus berlayar mengarungi lautan, sementara para ABK tetap menjalankan tugasnya dengan harapan suatu saat keselamatan dan perlindungan mereka tidak lagi sekadar janji yang terombang-ambing di tengah laut.

Sementara itu, pihak cabang PT Uki Raya Lines maupun PT Aksar Saputra Lines hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan para ABK tersebut.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dishub Bombana Gelar Rakor, Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

9 Maret 2026 - 17:43 WITA

Terjaganya Biodiversitas Pulau Wawonii dan Pentingnya Kolaborasi MultipihaK

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Lanud Haluoleo Uji Kemampuan Fisik Casis PA PK TNI AU

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Lanud Haluoleo Panen Raya Buah Melon, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

9 Maret 2026 - 11:07 WITA

Gerakan Pangan Murah di Kolaka, Kadin Sultra: Ini Langkah Nyata Bantu Masyarakat

8 Maret 2026 - 22:37 WITA

Polres Konawe Utara Pastikan Keamanan Masyarakat Jelang Berbuka Puasa

8 Maret 2026 - 22:17 WITA

Trending di Daerah