KENDARI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran tahun 2026 M atau 1447 H, yang dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk dinas perhubungan provinsi Sultra, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Lanal Kendari, Polairud, Satpol-pp, Basarnas, serta pemilik kapal dan keagenan, Kamis, 5 Maret 2026.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt Raman, mengatakan bahwa pihaknya berfokus pada keselamatan kapal dan memastikan pelayanan penumpang dengan aman, baik, teratur, dan tidak kelebihan penumpang.
“Kami telah menerima instruksi, kami harus memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta tidak ada kelebihan penumpang,” ujarnya.
Untuk itu, KSOP Kendari telah melakukan beberapa persiapan, termasuk uji petik pada kapal penumpang yang akan melayani pelayaran mudik.
“Kami telah melakukan uji petik pada beberapa kapal, namun masih ada beberapa temuan yang perlu diselesaikan,” katanya.
Capt Raman menjelaskan bahwa temuan-temuan tersebut meliputi masalah keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.
“Kami akan menindaklanjuti temuan-temuan tersebut pada hari Senin, dan jika tidak terpenuhi, maka kami bisa menunda keberangkatan kapal,” tegasnya.
KSOP Kendari juga telah menyiapkan posko angkutan lebaran yang akan dibuka pada tanggal 12 Maret. Posko terpadu akan dibuka di pelabuhan ferry, Bungkutoko, dan pangkalan perahu.
“Kami akan memantau situasi dan kondisi pelabuhan selama masa angkutan lebaran,” katanya.
Puncak arus mudik atau lonjakan penumpang diprediksi akan terjadi pada tanggal 13 dan 14 Maret, karena pada hari Senin tanggal 16 dan 17 sudah kerja dari rumah atau WFH.
“Kami telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk penambahan jadwal kapal dan peningkatan kapasitas pelabuhan,” ujarnya.
KSOP Kendari juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku selama masa angkutan lebaran.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan-aturan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutup Capt Raman.
















