KENDARI – Travelina Indonesia diduga terlantarkan puluhan jemaah umrah dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Jemaah ditelantarkan saat tiba di Madinah, Arab Saudi yang hendak menjalani ibadah umrah.
Andi Dewi Zukrufi, salah satu jemaah yang ikut dalam rombongan mengaku bahwa, awalnya, dirinya berangkat bersama 63 jemaah umrah lainnya dari Kota Kendari menuju Jakarta.
Saat di Jakarta, jemaah sudah mulai risau dan khawatir terkait jadwal keberangkatan mereka di Arab Saudi. Andi Dewi Zukrufi dan jemaah lainnya lalu mendesak pihak travel agar segera memberangkatkan jemaah umrah sesuai jadwal.
“Awalnya kami 64 orang, kemudian diberangkatkan 30 orang atas desakan-desakan kami, akhirnya kami berangkat 30 orang sedangkan 34 orang lebih itu masih ada di Jakarta,” kata dia kepada awak media di Kendari, Minggu, 15 Februari 2026.
Dengan rasa penuh bahagia, para jemaah umrah berangkat, dan tiba di Arab Saudi dengan selamat. Akan tetapi, suasana itu tiba-tiba sirna, setelah mengetahui bahwa pihak travel tidak menyediakan hotel dan makanan untuk jemaah umrah.
“Kami sempat ke Doha, setelah ke Doha kami ke Jeddah dan kami berfikir masih aman-aman. Ternyata di Madinah tidak disediakan hotel maupun makanan bagi para jemaah,” ungkapnya.
Kondisi itu pun diperparah, karena tour leader tidak dapat dihubungi. Ditambah lagi, kata dia sebagian dari rombongan jemaah tidak memiliki sama sekali uang saku.
“Ini lansia ada 6 orang. Tidak mau pisah sama saya. Yang kasian ada yang sama sekali tidak punya uang. Ada juga yang hanya bawa pegangan Rp 200 ribu,” tuturnya.
Ia pun menyimpulkan jika Travelina selaku pihak penyelenggara haji dan Umrah di Kota Kendari merupakan Travel tipu-tipu.
“Travel tipu-tipu, tiba-tiba di Madinah gak ada hotel,” cetusnya.
Untungnya tambah dia, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran yang kebetulan sedang menjalani ibadah umrah segera turun tangan memfasilitasi para jemaah yang telah ditelantarkan Travelina Indonesia dengan menyediakan penginapan dan makan.
“Karena bingung dan panik saya inisiatif hubungi Bu Wali Kota. Amanmi diamankan bu wali. Ini selesai sholat subuh, sekarang para jemaah lagi sarapan bersama bu Wali Kota,” ngakunya.
Sementara itu, awak media ini masih berupaya untuk mengkonfirmasi dari pihak Travelina Indonesia terkait kasus dugaan penelantaran jemaah umrah di Madinah.(red)













