Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Lifestyle · 16 Feb 2026 08:50 WITA ·

Grab dan Maxim Dilarang di Bandara Halu Oleo, Penumpang Merasa Dirugikan!


 Tarif transportasi dari Bandara Halu Oleo menuju Kota Kendari melalui aplikasi MAXIM. Foto: Istimewa Perbesar

Tarif transportasi dari Bandara Halu Oleo menuju Kota Kendari melalui aplikasi MAXIM. Foto: Istimewa

KENDARI – Keluhan terkait mahalnya tarif transportasi dari Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan, menuju Kota Kendari kembali mencuat. Sejumlah penumpang mengaku harus membayar hingga Rp150 ribu hingga Rp180 ribu untuk sekali perjalanan karena layanan transportasi online seperti Grab dan Maxim belum diizinkan beroperasi di dalam kawasan bandara.

Salah satu penumpang, Viya, mengatakan tarif transportasi online sebenarnya jauh lebih murah, bahkan tidak sampai Rp100 ribu untuk tujuan dalam Kota Kendari. Namun, penumpang tidak bisa memesan kendaraan daring langsung dari area bandara.

“Kalau pakai aplikasi online, tarifnya tidak sampai Rp100 ribu. Tapi kalau rental di bandara bisa dua kali lipat, bahkan lebih. Sekarang rata-rata patokannya di atas Rp100 ribu,” ujar Viya.

Viya menjelaskan, penumpang yang ingin menggunakan Grab atau Maxim terpaksa keluar lebih dulu dari area bandara dengan menggunakan ojek, baru kemudian memesan kendaraan online. Jika pemesanan dilakukan dari dalam kawasan bandara, pengemudi kerap membatalkan pesanan.

“Driver online biasanya batalkan kalau jemput di dalam bandara. Katanya takut terima orderan di situ,” tambahnya.

Keluhan serupa juga viral di media sosial TikTok melalui akun @milop.dessert. Dalam video berdurasi 41 detik yang telah mendapat 4.184 tanda suka, 413 komentar dan 417 kali dibagikan itu, seorang perempuan mengaku harus membayar Rp150 ribu setelah sebelumnya ditawari tarif Rp180 ribu untuk menuju hotel di Kota Kendari.

Menanggapi hal itu, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan menjadi kewenangan pihak bandara.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah.

Sementara itu, Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, menjelaskan bahwa layanan transportasi daring seperti Grab belum diperbolehkan beroperasi di kawasan Lanud karena belum adanya kerja sama resmi.

“Grab tidak diperbolehkan masuk karena sampai saat ini belum ada kerja sama. Di bandara sudah ada taksi resmi yang memiliki kerja sama,” jelas Yusuf.

Terpisah, Kapten Adriansyah Amiruddin dari Lanud Halu Oleo menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan tarif angkutan yang berlaku di lapangan.

“Mohon maaf sebelumnya, kalau untuk tarif angkutan di bandara sudah kami sampaikan kami tidak tahu menahu,” singkatnya.

Hingga kini, belum ada kejelasan terkait kemungkinan dibukanya akses bagi transportasi online di kawasan Bandara Halu Oleo. Kondisi ini membuat sebagian penumpang merasa dirugikan karena terbatasnya pilihan transportasi dan tingginya tarif yang harus dibayarkan.(red)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Travelina Indonesia Terlantarkan Jemaah Umrah di Madinah, Ownernya Asyik Nikah Mewah di Konsel

16 Februari 2026 - 11:16 WITA

Princessia Khalilah Masyura Siap Bawa Sultra Bersaing di Grand Model Indonesia

28 Januari 2026 - 20:21 WITA

Diving dan Snorkeling di Wakatobi: Eksplorasi Marine Paradise Sulawesi Tenggara

27 November 2025 - 18:08 WITA

Sang Macan Senayan: Penyambung Suara Tertindas Sang Pelita ilmu ke Pintu Istana

18 November 2025 - 10:57 WITA

Ombak Tak Bisa Diwariskan

14 November 2025 - 23:05 WITA

Hutan Pinus Baini Digagas Jadi Eco Park: Desa Wisata Ekologis Baru di Konawe

13 Agustus 2025 - 17:14 WITA

Trending di Lifestyle