BOMBANA – Kapal Penumpang KM Cahaya Intan Celebes rute pelayaran Bajoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsesl) menuju Boepinang, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan tenggelam di perairan Teluk Bone pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 Wita.
Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim menjelaskan kronologi kecelakaan laut tersebut. Ia mengatakan kapal yang mengangkut sebanyak dua puluh orang ini bertolak dari pelabuhan Bajoe pada Jumat malam (13/2/2026) dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“(Kapal) berangkat meninggalkan pelabuhan Bajoe, sekitar pukul 24.00 Wita dengan cuaca yang sangat ekstrem,” ujar Iptu Hakim saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Dalam perjalanannya, kapal tersebut mengalami kebojoran pada bagian bodi. Kerusakan itu diketahui oleh Anak Buah Kapal (ABK) pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Akibatnya air laut dengan cepat masuk ke dalam lambung kapal yang menyebabkan keseimbangan kapal menjadi tergangangu.
“Para ABK berusaha memompa air dengan memakai mesin Alkon sebanyak empat unit untuk menyedot air yang masuk tapi tetap tidak mampu,” kata Iptu Hakim.
Air laut yang tidak dapat dibendung masuk ke dalam kapal mengakibatkan Kapal Cahaya Intan Celebes karam di perairan Teluk Bone.
Iptu Hakim mengatakan sebelum kapal itu tenggelam, Nahkoda bernama Mansur mengarahkan kapalnya mendekati sebuah Kapal Gae yang sedang mencari ikan di perairan tersebut.
“Mansur mengarahkan kapalnya mendekati Kapal Gae tersebut dan akhirnya semua penumpang dan ABK dievakuasi dengan di pindahkan ke kapal gae tersebut,” kata Iptu Hakim.
Seluruh penumpang serta ABK kemudian dievakuasi dan tiba Pelabuhan Boepinang, Bombana sekitar pukul 12.00 Wita.
“Kondisi Kapal KM Cahaya Intan Celebes saat itu sudah tenggelam dan tidak terlihat lagi,” kata Iptu Hakim.
Meski berhasil dievakuasi dengan selamat, namun sebanyak 13 penumpang tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Poleang untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain itu, Iptu Hakim juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab tengelamnya kapal tersebut dikarenakan beban muatan yang berlebihan.
“Penyebab awal cuaca ekstrem, ombak besar,kebocoran lambung, atau beban berlebih,” pungkasnya. (lin)













