KENDARI – Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) berdemonstrasi di Kantor Pusat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Senin, 2 Februari 2026.
Unjuk rasa ini buntut dari pemblokiran rekening Yayasan Pendidikan Tinggi (Dikti) Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh pihak Bank Sultra.
Unjuk rasa sempat diwarnai aksi saling dorong antara para demonstran dan personal Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang berjaga di lokasi.
Para pendemo hendak membakar ban bekas namun dihalau oleh petugas Sat Pol PP sehingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Saat situasi kondusif mahasiswa kembali berorasi secara bergantian. Mereka menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara sound system.
Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsultra, Fikran mengatakan pihaknya meminta agar Bank Sultra segera mengaktifkann rekening yayasan yang telah diblokir sebelumnya.
“Karena pemblokiran tersebut membuat kegiatan (akademik) yang sifatnya membutuhkan dana menjadi terhambat,” kata Fikran saat ditemui di lokasi.
Di balik pemblokiran rekening itu, Fikran menduga terdapat keterlibatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara. Hal itu didasari oleh adanya surat resmi yang berkop Pemprov Sultra tentang permohon pembekuan rekening yayasan.
Diketahui, selain Bank Sultra surat tersebut juga ditujukan kepada dua bank lainnya yakni, Bank BNI dan Bank BTN Cabang Kendari.
“Karena data yang kami dapatkan data autentik adanya pemakaian kop dari pada pemerintah Provinsi Sultra. Kuat dugaan kami ada keterlibatan (pemprov) dalam pemblokiran yayasan ini.
Diketahui mahasiswa juga sempat mendatangi Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra. Di sana meraka melaporkan Bank Sultra.
“Karena Bank Sultra ini kami duga telah bermain-main dengan nasabah yang hari ini terjadi di Unsultra,” pungkas Fikran.(lin)








