BOMBANA – Bendung Irigasi di Desa Raurau, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi bisu dugaan kegagalan konstruksi yang menghancurkan harapan. Bangunan yang dibangun dengan anggaran Rp1,3 miliar ini, yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, malah menjadi simbol kegagalan dan ketidakprofesionalan.
Hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun pada Desember 2024, bendung ini telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Pada 18 Maret 2025, bendung ini dilaporkan telah mengalami keretakan. Dan kini, belum genap setahun, bendung ini telah roboh, meninggalkan puing-puing dan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.
“Apa yang salah?” Pertanyaan ini bergema di benak masyarakat setempat. Apakah kesalahan desain, kesalahan konstruksi, atau kesalahan pengawasan? Penyebab pasti robohnya bendung ini masih belum diketahui, namun satu hal yang pasti, kegagalan ini telah menghancurkan harapan dan kepercayaan masyarakat.
Menurut salah satu warga sekitar bendung ini dikerjakan oleh CV Sangai Wita. “Iya, tahun 2024 kemarin. Sekarang sudah roboh”, ungkapnya bernada kecewa.
Ia juga menambahkan, “Awal bulan 8 ini dia roboh, kita juga kurang tahu apa sebabnya. Hanya memang itu hari sudah retak waktu belum lama selesai dikerjakan.”
Bendung ini dibangun dengan harapan menjadi sumber irigasi bagi sawah-sawah di sekitarnya, meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kini bendung ini menjadi simbol kegagalan dan ketidakprofesionalan.
Masyarakat setempat berharap agar pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk mengetahui penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dengan robohnya bendung ini, masyarakat setempat merasa kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan pihak terkait. Oleh karena itu, penting bagi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan transparan dan akuntabel untuk mengetahui penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini
Saat ini, awak media masih dilakukan upaya konfirmasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Bombana dan pelaksana kegiatan, untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab dan dampak dari robohnya bendung ini.(red)