Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 16 Mar 2026 15:24 WITA ·

PT TIS Bantah Tudingan ARPEKA: Semua Aktivitas Perusahaan Punya Izin Lengkap


 La Ode Sabarudin, Direktur Operasional PT TIS (kiri) dan sejumlah massa aksi bertemu dengan pihak perusahaan. Foto: Penafaktual.com Perbesar

La Ode Sabarudin, Direktur Operasional PT TIS (kiri) dan sejumlah massa aksi bertemu dengan pihak perusahaan. Foto: Penafaktual.com

KONAWE SELATAN – Direktur Operasional PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS), La Ode Sabarudin, memberikan klarifikasi terkait tudingan aliansi pemerhati keadilan (ARPEKA) yang melakukan aksi demonstrasi pada Senin,16 Maret 2026 menuding perusahaan melakukan aktivitas ilegal.

Menurutnya, PT TIS telah memiliki izin lengkap dari instansi terkait untuk melakukan aktivitas penambangan dan pembangunan jetty di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Dalam pernyataannya, La Ode Sabarudin menjelaskan bahwa perusahaan telah melengkapi semua izin yang diperlukan sebelum melakukan aktivitas.

“Semuanya ada izinnya, baik itu kegiatan produksi maupun kegiatan pembangunan jetty. Kami melengkapi dulu semua izinnya sebelum kami beraktivitas,” kata La Ode Sabarudin, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) telah dikeluarkan sejak 2020, dan izin lainnya seperti Tersus, KKPR Laut, dan KKPR darat juga telah diperoleh.

“Sosialisasi terkait kegiatan penambangan dan pembangunan jetty sudah dilakukan semua, sudah lama berlangsung,” ujarnya.

La Ode Sabarudin juga membantah tudingan bahwa perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi. Ia menyatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara terus-menerus, namun ada oknum-oknum tertentu yang menghalangi warga untuk hadir.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tapi ada oknum-oknum yang tidak ingin masyarakat tahu tentang kegiatan perusahaan,” katanya.

Menurut La Ode Sabarudin, penolakan pembangunan jetty hanya dilakukan oleh segelintir orang, sementara ratusan warga desa Bangun Jaya selalu mendukung aktivitas perusahaan.

“Penolakan itu hanya segelintir orang, sementara ratusan warga desa Bangun Jaya selalu mendukung aktivitas perusahaan,” katanya.

Ia juga meminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi dengan isu liar dan bisa mendukung aktivitas perusahaan sehingga lapangan kerja bisa terbuka lebar bagi masyarakat.

“Saat ini sudah banyak masyarakat yang bekerja di sektor produksi ore nikel. Kalau sudah selesai pembangunan jetty maka akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan bekerja,” tutupnya.

La Ode Sabarudin juga menambahkan bahwa perusahaan akan terus melakukan aktivitasnya dengan baik dan transparan, serta memastikan bahwa kegiatan perusahaan tidak akan merugikan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, pihak ARPEKA menyatakan bahwa pembangunan jetty PT TIS sangat berdampak pada kehidupan masyarakat nelayan setempat. Menurut ARPEKA, mayoritas masyarakat Desa Bangun Jaya mengandalkan nelayan sebagai mata pencaharian, dan pembangunan jetty tersebut dapat mematikan mata pencaharian mereka.

“Pembangunan jetty ini akan berdampak besar pada kehidupan nelayan di Desa Bangun Jaya. Banyak karamba dan bagang-bagang nelayan yang terletak di dekat lokasi pembangunan jetty, sehingga jika proyek ini tetap dilanjutkan, maka akan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat nelayan,” kata perwakilan ARPEKA.(red)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Konawe Utara Perketat Patroli di Objek Wisata Jelang Idul Fitri dan Nyepi

16 Maret 2026 - 09:30 WITA

Ridwan Bae: Terminal Pelabuhan Kendari Tak Memadai, Butuh Perluasan

16 Maret 2026 - 05:31 WITA

Abdul Rahman Siap Pimpin IKA Unsultra, Fokus pada Sinergi dan Kolaborasi

15 Maret 2026 - 23:35 WITA

Mubes IKA Unsultra Bakal Digelar April 2026, Persiapan 80 Persen

15 Maret 2026 - 23:22 WITA

Kecelakaan di Bypass Kolaka–Pomala, Petani 60 Tahun Meninggal di TKP

15 Maret 2026 - 20:33 WITA

Kebakaran Masjid Jami Alfatah di Bombana, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

15 Maret 2026 - 00:48 WITA

Trending di Daerah