Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 17 Agu 2026 18:25 WITA ·

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Perkara Ijazah Palsu, La Ami Anggota DPRD Kendari Resmi Dipidana


 La Ami, Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi Nasdem resmi dipidana melalui putusan Mahkamah Agung. Foto: Istimewa Perbesar

La Ami, Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi Nasdem resmi dipidana melalui putusan Mahkamah Agung. Foto: Istimewa

KENDARI – Perkara hukum yang menjerat La Ami, anggota DPRD Kota Kendari dari Partai NasDem, terkait penggunaan ijazah palsu sebagai syarat pencalonan anggota legislatif kini telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Kepastian tersebut setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan La Ami melalui Putusan Kasasi Nomor 7587 K/Pid.Sus/2026. Dengan demikian, putusan pengadilan sebelumnya tetap berlaku.

“Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I/Terdakwa La Ami tersebut,” demikian bunyi amar putusan MA, dikutip, Senin, 17 Agustus 2026.

La Ami merupakan anggota DPRD Kota Kendari terpilih pada Pemilu 2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Kendari dan Kecamatan Kendari Barat.

Perkara tersebut telah melalui proses panjang, mulai dari persoalan administrasi pencalonan hingga proses peradilan pidana.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Kendari Nomor 300/Pid.Sus/2025/PN Kdi tanggal 23 Desember 2025, La Ami dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah palsu.

Majelis hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Putusan PN Kendari tersebut kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara melalui Putusan Nomor 12/PID.SUS/2026/PT KDI tanggal 27 Januari 2026.

La Ami selanjutnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, permohonan tersebut ditolak melalui Putusan Kasasi Nomor 7587 K/Pid.Sus/2026.

Dengan ditolaknya kasasi tersebut, putusan pidana terhadap La Ami kini berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Warga Dapil II Kecewa

La Ode Hermanto, warga Kecamatan Kendari yang merupakan bagian dari Dapil II sekaligus salah seorang pemilih La Ami, mengaku kecewa dengan perkara yang menjerat anggota DPRD tersebut.

“Saya La Ode Hermanto sebagai warga Kecamatan Kendari yang notabenenya tinggal di kecamatan yang merupakan Dapil dan sekaligus yang memilih Saudara La Ami sangat kecewa dengan tindakan La Ami,” ujar Hermanto.

Ia menilai perkara penggunaan ijazah tersebut telah mencederai kepercayaan masyarakat yang memberikan suara kepada La Ami dalam Pemilu 2024.

Menurut Hermanto, seorang anggota DPRD seharusnya mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya dengan menjunjung tinggi integritas dan moralitas.

“Bagaimana mungkin bisa memperjuangkan aspirasi kami dari Kecamatan Kendari jika La Ami sendiri sudah cacat moral,” katanya.

Hermanto juga menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan La Ami sebagai calon anggota legislatif, tetapi juga menunjukkan adanya persoalan dalam penyelenggaraan tahapan Pemilu.

Ia menyebut KPU dan Bawaslu Kota Kendari turut memiliki tanggung jawab atas munculnya persoalan tersebut.

Kasus ini sebelumnya juga telah melalui proses administrasi di Bawaslu. Putusan Koreksi Bawaslu RI Nomor 029/KS/ADM/PL/BWSL/00.00/V/2024 menguatkan Putusan Bawaslu Kota Kendari Nomor 001/LP/ADM.PL/BWSL.KOTA/28.01/IV/2024 mengenai tahapan pencalonan.

Dengan berkekuatan hukum tetapnya perkara tersebut, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan putusan terhadap La Ami serta konsekuensi hukum dan politik terhadap kedudukannya sebagai anggota DPRD Kota Kendari. (lin)

Artikel ini telah dibaca 499 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Petani di Kolaka Utara Ditangkap Bawa Hampir 1 Kg Sabu, Polisi Ungkap Modus Sistem Tempel

2 Oktober 2026 - 13:45 WITA

Warga Gagalkan Pencurian Motor di Kawasan PT VDNI Konawe, Terduga Pelaku Diserahkan ke Polisi

2 Oktober 2026 - 13:39 WITA

Pria di Buton Ditikam Sajam hingga Usus Terburai saat Nonton Acara Joget, Pelaku Ditangkap

30 September 2026 - 21:13 WITA

Remaja 13 Tahun di Kendari Diduga Diperkosa Rekan Ayahnya, Pelaku Ancam Bunuh Keluarga Korban

29 September 2026 - 15:23 WITA

Wawan Kusnadi Polisikan Oknum LSM dan Admin Konsel Update Atas Dugaan UU ITE

28 September 2026 - 16:17 WITA

Diduga Terlibat Pencabulan, Remaja 17 Tahun di Konsel Ditangkap Polisi

27 September 2026 - 12:03 WITA

Trending di Hukrim