Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 25 Mei 2026 16:00 WITA ·

KSOP Kendari Tegaskan Kendaraan Tanpa STID Aktif Dilarang Masuk Pelabuhan


 Kepala KSOP Kendari, Capt. Rahman (tengah) dan Kadis Perhubungan Kendari Paminuddin (kiri) serta GM Pelindo Kendari, Herryanto. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Kepala KSOP Kendari, Capt. Rahman (tengah) dan Kadis Perhubungan Kendari Paminuddin (kiri) serta GM Pelindo Kendari, Herryanto. Foto: Penafaktual.com

KENDARI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menggelar diskusi bersama sejumlah perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Kantor KSOP Kendari, Senin, 25 Mei 2026.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan Kota Kendari, Jasa Raharja Sulawesi Tenggara, Samsat Kota Kendari, dan PT Pelindo Kendari.

Diskusi yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu membahas komitmen bersama dalam percepatan perpanjangan Single Truck Identification Data (STID) bagi kendaraan operasional di kawasan Pelabuhan Kendari.

STID merupakan sistem identifikasi tunggal bagi kendaraan truk yang diterapkan di area pelabuhan guna mendukung pengawasan dan ketertiban operasional.

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Rahman, mengatakan berdasarkan data pihaknya masih terdapat ratusan kendaraan milik perusahaan JPT yang belum melakukan perpanjangan STID.

“Di data kami, masih ada 256 kendaraan yang STID-nya sudah tidak aktif dan harus segera diperbarui,” ujar Capt. Rahman usai kegiatan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama, perusahaan diberikan tenggat waktu hingga 1 Juli 2026 untuk menyelesaikan proses perpanjangan STID. Jika tidak dipenuhi, maka kendaraan tersebut tidak lagi diizinkan beroperasi di kawasan pelabuhan.

(Sanksi) itu sudah tidak boleh lagi masuk di Pelindo itu, sudah komitmen semuanya, kesepakatan dikasih waktu perpanjangan satu bulan,” katanya.

Dalam pembahasan tersebut juga ditemukan sejumlah persyaratan administrasi yang belum dipenuhi oleh beberapa perusahaan JPT, seperti tunggakan pajak kendaraan serta kendaraan yang belum menjalani uji kelayakan jalan atau KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Paminuddin, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi percepatan pengurusan KIR bagi perusahaan JPT.

“Kami berharap kepada seluruh manajemen JPT lebih sadar dan ikhlas untuk mengikuti aturan, karena memang tujuannya adalah untuk keselamatan kita bersama,” katanya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bank Sultra Salurkan CSR Rp35 Juta untuk Buku Bacaan Perpustakaan Muna

3 November 2026 - 16:09 WITA

PT GAP Jawab Keluhan Nelayan: Dua Perahu Diserahkan untuk Warga Parasi dan Watumbohoti

31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Didatangi Massa, Kadispar Sultra Rdwan Badallah Ngumpet di Balik Staf Perempuan

28 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Dua Rumah Warga di Watonea Muna Ludes Terbakar, Kerugian Hampir Rp1 Miliar

27 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Sertijab Kepala KSOP Kelas II Kendari, Wigyo Gantikan Capt Raman

26 Oktober 2026 - 12:40 WITA

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Trending di Daerah