Menu

Mode Gelap
Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara Bupati Bombana Burhanuddin Lantik Sunandar A Rahim sebagai Pj Sekda Tujuh Kapolres di Sulawesi Tenggara Berganti Parah! Masyarakat Ungkap Dugaan Pungli ASDP Lagasa hingga Jutaan Rupiah Parah! Aktivitas Tambang PT Timah Diduga Cemari Laut di Kabaena

Ekobis · 21 Feb 2023 20:11 WITA ·

Kadin Sultra Kembali Kirim 24 Ton Jagung Pipil ke Jatim


 Pengiriman jagung pil Kadin Sultra di Jawa Timur. Foto: Istimewa Perbesar

Pengiriman jagung pil Kadin Sultra di Jawa Timur. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPM-PTSP Sultra kembali mengirim, 24 ton jagung pipil hasil pertanian Sultra di pulau Jawa pada Selasa, 21 Februari 2023.

Pengiriman hasil pertanian tersebut melalui CV. Sengkang Duta Comoditi dengan tujuan Jawa Timur (Jatim).

Pimpinan CV. Sengkang Duta Comoditi Kamarudin mengatakan jagung yang dikirim tersebut berasal dari hasil serapan petani di seluruh wilayah Sultra pada bulan februari 2023 ini.

Hasil pertanian yang dikirim ini mayoritas hasil panen masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Muna, Konawe, Konawe Selatan (Konsel) dan Kolaka Timur (Koltim).

“Ini baru awal, belum panen raya di bulan 3. Tahun lalu sekitar 3 bulan lebih kita mengirim kurang lebih 2 ribu ton. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih dari 2 ribu ton,” katanya.

Menurutnya, untuk produksi komoditi jagung oleh petani di wilayah Sultra tidak terputus, hanya waktu panen rayanya biasa dilakukan pada bulan maret hingga juni.

Dirinya mengaku membeli komoditi dari petani tersebut dalam keadaan kering sehingga bisa langsung dikirim diluar Sulawesi.

“Jagung tidak bisa dibeli dalam keadaan basah karena tidak ada alat pengering yang dimiliki. Sehingga tidak bisa mengirim sesuai permintaan jumlah dan tingkat kekeringan yang diinginkan pembeli,” terangnya.

“Jadi kita hanya bisa mengirim lewat Surabaya, karena tidak punya alat untuk mengolah termasuk pengering. Seandainya ada, kita bisa langsung melakukan ekspor,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Sultra bidang pasar modal, Sastra Alamsyah menjelaskan nilai ekonomis dari 24 ton pengiriman jagung pipil tersebut bisa mencapai Rp144 juta.

Pengiriman komoditi di Jatim ini juga kata dia, dikarenakan adanya misi dagang bersama pemerintah setempat yang hampir rutin tiap bulan dilakukan pengiriman ke provinsi tersebut.

“Jadi Pak Kamarudin ini rutin mengirim ke tiap daerah. Salah satu daerah terbesar yang menerima barang dari Sultra itu Jatim,” ungkapnya.

Begitu juga, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Iklim, Penanaman Modal dan Promosi, DPM-PTSP sultra, Askar Karim menyebut jika Pemprov Sultra, sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan investasi daerah.

Dimana kata dia, potensi alam di Sultra sangat besar, hanya pemanfaatannya yang masih belum maksimal.

“Alhamdulillah dengan adanya dukungan dari Kadin, kami membangun mitra untuk meningkatkan investasi daerah melalui pengiriman hasil bumi di Sultra,” tuturnya.

Dirinya menambahkan bahwa kolaborasi tersebut berdampak “domino” yang apabila investasinya berjalan dengan baik, maka tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani juga meningkat.

“Adapun bentuk dukungan yang diberikan DPM-PTSP Sultra terhadap petani dengan memberikan kepastian hukum seperti perizinan termasuk upaya untuk menyalurkan produksinya melalui kerja sama dengan Kadin Sultra,” tutupnya.

TIM

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gaff Coffee Tempat Santai dan Ngopi Paling Rekomended di Kota Kendari

28 Januari 2025 - 22:08 WITA

Kalla Toyota Konsisten Rajai Market Share Otomotif Sulawesi Sepanjang Tahun 2024

15 Januari 2025 - 21:03 WITA

Bengkel GAS di Kota Kendari Hadirkan Promo Menarik Bulan Desember

3 Desember 2024 - 18:38 WITA

New Fortuner 2024 Resmi Mengaspal di Kendari

19 September 2024 - 22:11 WITA

Miliki Segera Toyota All New Agya, Cicilan Mulai 3 Jutaan Rupiah!

10 September 2024 - 12:15 WITA

Hybrid Toyota Diklaim Jadi Pilihan Terbaik untuk Masyarakat Sulawesi

29 Agustus 2024 - 20:24 WITA

Trending di Ekobis