KENDARI – Warga Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, dikejutkan oleh banjir yang terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 02.43 Wita.
Luapan air diduga berasal dari kali yang melintasi permukiman warga dan tiba-tiba meningkat drastis, meski saat kejadian tidak terjadi hujan di wilayah tersebut. Air dengan cepat menggenangi rumah-rumah yang berada di bantaran kali.
Salah seorang warga, Alya, mengatakan peristiwa itu terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya sehingga warga tidak sempat melakukan antisipasi.
“Tiba-tiba banjir padahal tidak hujan. Banjirnya kali ini sangat parah dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti meningkatnya debit air masih belum diketahui. Sejumlah warga menduga luapan dipicu oleh jebolnya tanggul atau penampungan air di bagian hulu. Namun, dugaan tersebut masih menunggu pengecekan lebih lanjut dari pihak terkait.
“Mungkin penampungan di atas yang ditanggul itu jebol, tapi ini kami masih mengira-ngira saja. Besok baru akan dicek kenapa bisa banjir begini,” tambah Alya.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah peralatan rumah tangga warga dilaporkan rusak karena terendam air, di antaranya kulkas, mesin cuci, dan lemari pakaian.
“Soalnya terjadi tengah malam baru tidak ada ciri-ciri, jadi tidak ada yang waspada,” kata Alya.
Selain itu, sejumlah warga yang rumahnya terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter, terpaksa harus melakukan evakuasi darurat dengan cara meninggal rumah dan mencari tempat aman.
Wilayah Tunggala Dalam diketahui kerap terdampak banjir, terutama saat musim hujan. Warga menilai pembangunan perumahan yang kurang memperhatikan sistem drainase serta pengelolaan lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab berulangnya banjir di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab maupun langkah penanganan atas kejadian tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana belum merespons pesan maupun telepon Whatsapp saat dihubungi penafaktual.com pada Selasa siang.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan guna mencegah banjir serupa kembali terulang. (lin)















