Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 23 Agu 2026 16:16 WITA ·

Diduga Cemburu Soal Pekerjaan Istri, Pria di Buteng Ditemukan Tewas Gantung Diri


 Ilustrasi. Pria di Buton Tengah insial LS (33) ditemukan tewas gantung diri diduga gegera cemburu. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi. Pria di Buton Tengah insial LS (33) ditemukan tewas gantung diri diduga gegera cemburu. Foto: Istimewa

BUTON TENGAH – Seorang laki-laki berinisial LS (33) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di sebuah rumah di Dusun Wadeu, Desa Wasilomata II, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolsek Mawasangka Iptu Kamaludin membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Personel Polsek Mawasangka langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga.

“Setelah mendapat informasi, kami segera ke TKP untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi kejadian,” ujar Iptu Kamaludin.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Korban bersama istrinya tiba di rumah orang tua di Desa Wasilomata II setelah sebelumnya berada di Desa Wakambangura II, Kecamatan Mawasangka.

Sekitar 15 menit setelah tiba, istri korban meminta agar korban pergi mandi. Keduanya berencana pergi ke Desa Lolibu untuk mengambil telepon milik anaknya yang dititipkan pada seorang penjual bensin.

Tidak lama kemudian, istri korban kembali ke rumah untuk mengambil uang guna membeli roti untuk anaknya. Saat masuk ke dalam rumah, istri korban mendapati suaminya telah dalam keadaan tergantung.

Melihat kejadian tersebut, istri korban panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Fakta di Lapangan

Dari keterangan awal istri, keluarga, dan warga, diketahui korban telah berkeluarga dengan istrinya N, dan dikaruniai dua orang anak berinisial N (9) dan A (5).

Dalam beberapa waktu terakhir, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga. Persoalan itu berkaitan dengan rasa cemburu terhadap aktivitas istrinya yang bekerja sebagai penari ronggeng.

Dua hari sebelum kejadian, istri korban diundang untuk tampil di acara ronggeng di Desa Lolibu. Acara yang semula dijadwalkan satu hari itu berlangsung selama kurang lebih dua hari.

Setelah istrinya kembali, korban dan istrinya sempat terlibat pertengkaran yang diduga berkaitan dengan kegiatan ronggeng tersebut.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pesan tertulis yang diduga ditinggalkan korban sebelum meninggal dunia.

Analisa Sementara

Iptu Kamaludin mengatakan, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya akibat tekanan internal rumah tangga.

“Korban diduga mengalami tekanan, terutama akibat kecemburuan terhadap aktivitas istrinya sebagai penari ronggeng. Ada pertengkaran berulang sebelum kejadian. Ditambah adanya pesan tertulis yang ditinggalkan,” jelasnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

“Gerak Cepat, Bantu Rakyat”, PAN Sultra Gelar Tasyakuran dan Bazar UMKM di HUT ke-28

24 Agustus 2026 - 17:56 WITA

Nelayan 62 Tahun Hilang Saat Melaut, Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kabaena Bombana

23 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Hilang Kendali di Tikungan, Mobil Minibus Terjun ke Sungai dan Empat Penumpang Luka-luka

22 Agustus 2026 - 18:14 WITA

Proyek Rehabilitasi Pelabuhan Kolaka Rp64 Miliar Dikawal Polda dan Kejati Sultra

21 Agustus 2026 - 20:53 WITA

Progres Rehabilitasi Pelabuhan Kolaka Dipantau Langsung Kemenhub

21 Agustus 2026 - 14:37 WITA

Lanud Halu Oleo Gelar Syukuran dan Liwetan Peringati HUT ke-81 RI

21 Agustus 2026 - 12:57 WITA

Trending di Daerah