KENDARI – Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari La Ode Ashar angkat bicara mengenai banjir disertai lumpur yang menerjang pemukiman warga Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Banjir yang terjadi pada Senin, 24 Februari 2026 dini hari itu merendam sebanyak 18 rumah warga serta menutupi sebagian ruas jalan.
Luapan air diduga berasal dari kali yang melintasi permukiman warga dan tiba-tiba meningkat drastis, meski saat kejadian tidak terjadi hujan di wilayah tersebut. Air dengan cepat menggenangi rumah-rumah yang berada di bantaran kali.
La Ode Ashar menilai pembangunan perumahan BTN yang tidak jauh dari permukiman warga terdampak menjadi salah satu penyebab banjir.
“Semua akibat perumahan itu tidak ada yang lain,” ujar La Ode Ashar kepada penafaktual.com saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Rabu, 25 Februari 2026.
Atas peristiwa banjir tersebut, La Ode Ashar meminta dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, agar melakukan pengawasan ekstra terhadap sejumlah perumahan di wilayah itu.
“Pengawasan dan tanggung jawab lingkungan dan itu (tupoksi) DLHK. Saran saya ya, dilakukan pengawasan menyeluruh kalau perlu sanksi pengembang yang melanggar,” kata La Ode Ashar.
Terpisah, Lurah Wua-Wua, Bastian Tayeb, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara yang diperolehnya, sebanyak 18 rumah warga terendam banjir.
“Saya minta datanya kemarin, yang masuk datanya ini sekitar 18 (rumah) warga yang terdampak kemarin,” ujar Tayeb.
Meski pendataan terhadap warga terdampak telah dilakukan, Tayeb mengaku belum mengetahui langkah yang akan diambil pemerintah untuk penanganan korban banjir.
“Saya kemarin disuruh saja mendata dulu warga, melaporkan ke pimpinan. Nanti tinggal menunggu saja bagaimana dari pemkot kalau ada memang kompensasi untuk masyarakat kami yang terdampak ya alhamdulillah,” kata Tayeb.
Selain itu, Tayeb menjelaskan terdapat area penggusuran lahan di bagian hulu sungai yang diduga menjadi sumber material lumpur.
“Sudah digusur itu, saya kurang tau untuk apa. Apakah untuk perumahan atau bagaimana, masih lahan kosong dia,” jelas Tayeb.
Sementara itu, Kadis LHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana belum merespons pesan WhatsApp maupun telepon jurnalis saat dikonfirmasi pada Selasa, 24 dan Rabu, 25 Februari 2026. (lin)















