Menu

Mode Gelap
Eks Presiden BEM UHO Minta Pj Gubernur Selesaikan Polemik Pengalihan Rute Kapal di Perairan Cempedak Jalur Kapal Cepat Kendari-Raha Dikembalikan ke Rute Awal Polisi Tangkap 10 Ton Solar Ilegal Milik Kepala Desa Tak Buka Pendaftaran, PPP Fokus Dorong ASR di Pilgub Sultra Benteng Kotano Wuna Sabet Rekor MURI Sebagai Benteng Terluas di Dunia

Nasional · 23 Jan 2024 12:21 WITA ·

Waspada Penipuan Whatsapp, Ini Modus Terbaru 2024


 Ilustrasi. Sumber: matakepri.com Perbesar

Ilustrasi. Sumber: matakepri.com

PENAFAKTUAL.COM, JAKARTA – Penipuan melalui Whatsapp kian marak. Pelaku biasanya melakukan social engineering atau memanipulasi psikologis korban demi mengakses informasi pribadi dalam handphone korban. Biasanya, pelaku mengincar informasi untuk membobol rekening korban.

Sepanjang 2023, aksi penipuan dilakukan dengan mengirim file apk dalam tampilan foto paket, tagihan, pengumuman bank, atau undangan pernikahan, catut my telkomsel hingga video call sex (VCS).

Terbaru, pelaku memanfaatkan momentum pemilu 2024 dengan mengirim file apk. Modusnya, pemberitahuan tempat pemungutan suara (TPS).

Modus apk terbaru ini adalah menyamarkannya dalam file bernama “PPS PEMILU 2024”. Menurut Kominfo, file itu sebenarnya adalah modus penipuan.

Dilansir dari cnbc indonesia, Selasa 23 Januari 2024, bahwa Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui akun X/Twitter resminya @sukoharjo_kab memberikan klarifikasi bahwa file apk PPS PEMILU 2024 tersebut mirip dengan modus penipuan apk undangan pernikahan.

Ketika diklik dan di-install, apk ini akan meminta akses SMS. Dari sini, pelaku mendapatkan One Time Password (OTP) hingga username dan password mobile banking korban.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, bahwa mencegah jadi korban penipuan whatsapp adalah tak memedulikan kiriman file apk.

“Jangan didownload apk. APK itu kan semacam program. Waktu kamu buka itu kan pasti dia download softwarenya,” kata Samuel, Minggu, 21 Januari 2024.

Menurutnya, file itu menjadi jembatan masuk bagi malware atau program jahat yang digunakan pelaku untuk mengakses Hp korban lalu menggunakan segala informasi yang dibutuhkan untuk menguras rekening atau dompet digital.

Kominfo menyarankan masyarakat untuk mendownload aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau App Store.(mil)

Artikel ini telah dibaca 265 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pentingnya Peran Keluarga dalam Mencegah Kejahatan Siber

3 Juni 2024 - 01:12 WITA

Konsep Kearifan Lokal Penting untuk Demokrasi Lingkungan Inklusif

25 Mei 2024 - 21:13 WITA

Revisi UU Penyiaran: Konflik Antara Platform Terestrial dan Digital

25 Mei 2024 - 20:11 WITA

Benteng Kotano Wuna Dapat Rekor MURI, KWR Jabodatabek Ucapkan Selamat ke Presiden PMMI

23 Mei 2024 - 19:14 WITA

Benteng Kotano Wuna Sabet Rekor MURI Sebagai Benteng Terluas di Dunia

23 Mei 2024 - 15:04 WITA

Kapolda Sultra Paparkan Penindakkan Illegal Mining kepada DPR RI

16 Mei 2024 - 09:58 WITA

Trending di Nasional