Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 31 Mar 2026 19:54 WITA ·

Program Rumpon PT GKP Buka Jalan Perikanan Terencana di Wawonii Konkep 


 Program pemasangan rumpon PT GKP mempermudah pola tangkap nelayan di Wawonii Konkep. Foto: Istimewa Perbesar

Program pemasangan rumpon PT GKP mempermudah pola tangkap nelayan di Wawonii Konkep. Foto: Istimewa

KONAWE KEPULAUAN – Program pemasangan rumpon yang digulirkan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di lepas pantai Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, diharapkan mendorong perubahan pola tangkap nelayan dari yang sebelumnya bergantung pada pencarian acak menjadi lebih terarah dan terencana.

Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan efektivitas penangkapan, tetapi juga membuka jalan menuju pengelolaan perikanan yang lebih tertib di tingkat komunitas pesisir.

Community Development Supervisor PT GKP, Muhammad Sahib Fabanyo menyebut bahwa perusahaan melihat komunitas pesisir sebagai bagian penting dalam pembangunan wilayah, terutama di kawasan kepulauan seperti Wawonii.

“Beroperasi di wilayah kepulauan, masyarakat pesisir adalah bagian integral dari kemajuan daerah ini. Program rumpon ini kami hadirkan untuk memperkuat produktivitas mereka, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Satu (1) unit rumpon yang telah dipasang di perairan lepas Wawonii Tenggara kini mulai dimanfaatkan oleh nelayan dari sejumlah desa pesisir.

Dalam tahap awal, perusahaan akan melakukan uji coba yang disertai pemantauan dan evaluasi untuk melihat dampaknya terhadap hasil tangkapan. Secara teknis, rumpon berfungsi sebagai titik berkumpulnya ikan. Keberadaan titik ini memungkinkan nelayan memiliki lokasi tangkap yang lebih pasti, sehingga aktivitas melaut tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perkiraan atau pengalaman semata.

Perubahan ini dirasakan langsung oleh nelayan setempat. Oscar, nelayan dari Desa Roko-Roko, mengatakan bahwa kehadiran rumpon membuat proses pencarian ikan akan menjadi lebih efisien.

“Dengan adanya rumpon ini, kami jadi lebih mudah mencari ikan. Biasanya kami harus berjam-jam mencari lokasi, sekarang sudah lebih terarah. Ini sangat membantu kami, terutama dalam menghemat biaya (utamanya biaya bahan bakar) dan waktu,” ungkapnya.

Lebih jauh, keberadaan rumpon juga mulai mendorong interaksi dan koordinasi antar nelayan, terutama dalam berbagi informasi lokasi dan waktu tangkap.

Senada, perwakilan Koperasi Nelayan Sejahtera dari Desa Teporoko, Ardan menilai perubahan ini sebagai langkah awal menuju sistem perikanan yang lebih terorganisir.

“Program ini bukan hanya membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pola melaut yang lebih terencana. Dengan adanya titik-titik rumpon, nelayan bisa lebih terarah, saling berbagi informasi, dan mulai membangun pengelolaan perikanan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” jelas Ardan.

Menurutnya, pola tangkap yang lebih terstruktur akan membantu nelayan dalam mengoptimalkan waktu melaut sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut.

Program ini juga melibatkan masyarakat sejak tahap awal, mulai dari perencanaan hingga pemasangan. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan rumpon dapat dikelola secara kolektif oleh komunitas.

Dari sisi perusahaan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam mendorong kemandirian masyarakat pesisir.

Manager Strategic Communications PT GKP, Hendry Drajat menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumpon yang dipasang, tetapi dari bagaimana masyarakat mampu mengelolanya secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami melihat program ini tidak berhenti pada penambahan dan pengembangan rumpon di beberapa titik desa lain di wilayah lingkar tambang saja. Yang lebih penting adalah bagaimana manfaatnya bisa berkelanjutan dan dikelola langsung oleh masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong penguatan kapasitas kelompok nelayan, termasuk dalam pengelolaan hasil tangkapan dan praktik penangkapan yang bertanggung jawab,” terang Hendry.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat akan menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kami berharap program ini bisa berkembang bersama masyarakat. Sehingga ke depan, tidak hanya meningkatkan produktivitas saja, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi komunitas pesisir secara lebih luas,” tutupnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Bawa Jenazah dari Kolaka, Ambulans Tabrak Avanza hingga Terperosok ke Jurang di Lambuya Konawe

12 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Danlanud Haluoleo Hadiri Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

11 Agustus 2026 - 06:51 WITA

KUPP Molawe Gelar Coklit PNBP Jasa Barang Bersama OSS dan VDNI

11 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Trending di Daerah