Menu

Mode Gelap
Eks Presiden BEM UHO Minta Pj Gubernur Selesaikan Polemik Pengalihan Rute Kapal di Perairan Cempedak Jalur Kapal Cepat Kendari-Raha Dikembalikan ke Rute Awal Polisi Tangkap 10 Ton Solar Ilegal Milik Kepala Desa Tak Buka Pendaftaran, PPP Fokus Dorong ASR di Pilgub Sultra Benteng Kotano Wuna Sabet Rekor MURI Sebagai Benteng Terluas di Dunia

Hukrim · 20 Mei 2023 09:37 WITA ·

Lambat Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan, Korban Minta Propam Polda Sultra Periksa Oknum Penyidik Polsek Poasia


 Suriani bersama suaminya saat mendatangi Polsek Poasia menanyakan perkembangan kasus penganiayaan yang dialaminya. Foto: Husain Perbesar

Suriani bersama suaminya saat mendatangi Polsek Poasia menanyakan perkembangan kasus penganiayaan yang dialaminya. Foto: Husain

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Korban penganiayaan Suriani (41) yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri inisial A meminta Propam Polda Sultra agar segera memeriksa penyidik Polsek Poasia yang menangani kasus yang menimpanya karena sampai saat ini belum diketahui perkembangannya.

Padahal, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Poasia sejak 5 bulan lalu (17 Januari 2023) sesuai surat tanda penerimaan laporan nomor: STPL / 41 / I / YAN.2.5/2023 / SPKT-C / Sultra / Resta-Kdi /Sekta.Poasia. Namun, kasus tersebut hingga kini penanganannya hanya jalan ditempat dan belum ada penetapan tersangka.

Suriani (41) yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga itu menilai bahwa oknum penyidik Polsek Poasia yang menangani kasus tersebut diduga telah main mata dengan pelaku sehingga sampai saat ini pelaku bebas berkeliaran dan belum pernah ditahan.

Sebelumnya, Suriani menceritakan bahwa pada Selasa 17 Januari 2023 lalu sekitar pukul 22.00.Wita, ia sedang bercerita dengan anaknya di BTN Margahayu Regenerasi Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Kemudian, terlapor merasa tersinggung karena mendengar korban bersenda gurau dengan anaknya lalu terlapor mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas kepada korban. Pelapor kemudian mendatangi korban menanyakan hal tersebut. Saat itulah korban dan terlapor cekcok dan adu mulut.Terlapor memegang tangan kanan dan kiri pelapor lalu mencakarnya. Akibat kejadian ini korban mengalami luka gores pada tangan kanan dan kiri.

Terkait hal lambatnya kasus ini, Suriani mengaku telah melaporkan oknum penyidik yang menangani kasus ini ke Propam Polda Sultra dan berharap agar Propam Polda Sultra bertindak tegas memeriksa penyidik kasus ini agar kasus ini segera diproses hukum sehingga bisa mendapatkan kepastian hukum.

“Persoalannya sudah cukup lama kami menunggu dari bulan Januari sampai saat ini belum ada kepastian hukum atas perkara ini. Kami minta segera tahan pelaku, dengan lambatnya kasus ini kami menduga penyidik tidak profesional dan ada permainan dalam kasus ini”, tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Poasia AKP Tung Guna melalui Panit 1 Reskrim Ipda Asrudin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa terkait perkembangan kasus tersebut sementara berproses.

“Perkara ini sementara berproses, keterangan saksi ada yang melihat dan ada yang tidak melihat, saksi-saksi yang kami konfrontasi ada yang hadir dan ada yang berhalangan hadir,” ungkapnya

Pihaknya juga mengakui bahwa telah ada hasil visum dan keterangan saksi, namun Pihaknya terkendala dengan banyaknya aduan yang masuk di Polsek Poasia.

“Banyak aduan yang masuk, tapi tetap kita komitmen untuk selesaikan semua perkara, dan sampai saat ini kami masih berusaha panggil semua saksi,” tutupnya.(**)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polemik Tumpahan Ore Nikel di Perairan Labengki Diadukan ke Polda Sultra

14 Juni 2024 - 22:06 WITA

Forgema Minta Polda Sultra Periksa UKPBJ Bombana

14 Juni 2024 - 21:46 WITA

Polresta Kendari Musnahkan Dua Ton Miras Tradisional

14 Juni 2024 - 14:43 WITA

PT Tiran Didemo, Gegara Dugaan Smelter Fiktif

12 Juni 2024 - 23:14 WITA

Diduga Beli Ore Ilegal, PT Indonusa Diadukan ke KLHK dan Dirjen Pajak

12 Juni 2024 - 23:00 WITA

Pertahankan Tanahnya, Tujuh Warga Landipo Ajukan PK di PTUN

9 Juni 2024 - 16:22 WITA

Trending di Hukrim