Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 30 Jan 2024 22:54 WITA ·

Kejari Kendari Lidik Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank Sultra


 Kasi Intel Kejari Kendari, Bustanil Najamudin Arifin saat menerima kedatangan massa aksi. Foto: Istimewa Perbesar

Kasi Intel Kejari Kendari, Bustanil Najamudin Arifin saat menerima kedatangan massa aksi. Foto: Istimewa

PENAFAKTAUL.COM, KENDARI – Kasi Intel Kejari Kendari, Bustanil Najamudin Arifin menyebut saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi dalam kasus dugaan korupsi tower Bank Sultra.

Hal itu disampaikan Bustanil Najamudin Arifin menanggapi pertanyaan puluhan massa aksi yang mempertanyakan perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada pembangunan tower Bank Sultra yang terletak di Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari yang saat ini ditangani oleh Kejari Kendari.

“Jadi sudah ada beberpa pihak yang kami periksa ada yang karyawan Bank Sultra, ada PNS Pemprov, ada juga dari pihak pelaksana,”ungkap Bustamil saat di wawancarai usai menerima puluhan masa aksi di Kejari Kendari.

Saat ini lanjut Bustanil, pihaknya masih membutuhkan keterangan lain untuk mendukung penyelidikan kasus tersebut.

“Supaya kami juga tau konvensi hukumnya seperti ini yang akan kami bangun”, kata Bustanil.

Sebelumnya, puluhan masa aksi yang tergabung dalam Konsorsium Lembaga Anti Korupsi menggelar demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, 30 Januari 2024 guna mempertanyakan perkembangan perkembangan kasus dugaan korupsi pada pembangunan tower Bank Sultra.

Konsorsium Lembaga Anti Korupsi menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejari Kendari. Foto: Istimewa

Jendral Lapangan (Jendlap) Konsorsium Lembaga Anti Korupsi  Aldi Hidayat dalam orasinya mengatakan kasus ini berawal dari temuan BPK terkait adanya kerugian keuangan negara senilai Rp 7,7 miliar.

“Bank Sultra diduga melakukan kelebihan bayar terhadap kontraktor PT BA senilai Rp 7,7 miliar dari total anggaran R 116 miliar,” katanya

Bahkan, saat BPK melakukan pengecekan fisik, pembangunan gedung 14 lantai yang menelan anggaran R116 millar ini ditemukan pekerjaan kekurangan volume dan tidak sesuai spesifikasi.

“Harapan Kami sangat besar agar dugaan kasus tersebut bisa terselesaikan dan supremasi hukum di negara ini bisa ditegakkan seadil-adilnya. Sehingga hal tersebut bertentangan dengan undang-undang maka perbuataannya merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya.(ceng)

Artikel ini telah dibaca 414 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polresta Minta Tutup Sekretariat Siswa SMKN 2 Kendari, Diduga Jadi Pemicu Tawuran Pelajar

27 Oktober 2026 - 11:18 WITA

Dipecat NasDem Tak Otomatis Lengser dari DPRD, Eks Legislator Beberkan Aturan PAW Tariala

27 Oktober 2026 - 10:37 WITA

Kasus Pelecehan Murid di Kendari, Kuasa Hukum Guru Mansur Ajukan PK dengan Lima Saksi dan Bukti Baru

27 Oktober 2026 - 08:09 WITA

Mahasiswa Desak Transparansi Pemecatan La Ode Tariala: Jangan Berlindung di Balik Alasan Internal Partai

26 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Diduga Mabuk, Pemuda di Kendari Aniaya Lansia hingga Luka-luka Usai Ribut di THM

26 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Anak Disabilitas 17 Tahun Diduga Jadi Korban Persetubuhan Driver Ojol di Kendari, Pelaku Ditangkap

26 Oktober 2026 - 17:52 WITA

Trending di Hukrim