Menu

Mode Gelap
Eks Presiden BEM UHO Minta Pj Gubernur Selesaikan Polemik Pengalihan Rute Kapal di Perairan Cempedak Jalur Kapal Cepat Kendari-Raha Dikembalikan ke Rute Awal Polisi Tangkap 10 Ton Solar Ilegal Milik Kepala Desa Tak Buka Pendaftaran, PPP Fokus Dorong ASR di Pilgub Sultra Benteng Kotano Wuna Sabet Rekor MURI Sebagai Benteng Terluas di Dunia

Daerah · 16 Mar 2023 15:19 WITA ·

Bakal Gelar Aksi Mogok Kerja, Berikut Tuntutan Serikat Pekerja PT VDNI dan PT OSS


 Ilustrasi. Sumber: hukumonline.com Perbesar

Ilustrasi. Sumber: hukumonline.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Aliansi Serikat Buruh tenaga kerja PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar aksi mogok kerja secara besar-besaran.

Pembina Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Konawe, Kasman Hasbur dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa rencananya aksi mogok kerja buruh di perusahaan industri terbesar di Sulawesi Tenggara itu akan digelar pada 22 Maret 2023. Mogok kerja ini akan dilakukan sebagai bentuk protes soal upah yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kami dari Aliansi Serikat Pekerja PUK KSPN PT OSS, VDNI dan SPTK Kabupaten Konawe akan melaksanakan aksi mogok kerja sesuai Pasal 137 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja,” kata Kasman Hasbur, Kamis, 16 Maret 2023.

Kasman mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya mediasi sebelumnya dengan pihak perusahaan yakni PT VDNI dan PT OSS. Mereka meminta solusi untuk pemecahan masalah upah tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

“Kami menduga perusahaan melakukan pungutan liar (pungli) melalui denda-denda karyawan, dan banyak kecurangan lainnya,” ungkapnya.

Terkait rencana aksi mogok besar-besaran buruh tersebut, Kasman menyebut telah bersurat ke beberapa instansi terkait, mulai dari Dinas Ketenagakerjaan, Kepolisian hingga di Dewan Perwakilan Rakyat Daearah (DPRD).

“Kami sudah bersurat ke Disnakertrans, Polda, DPRD,” ucapnya.

Berikut ini Tuntutan Buruh soal aksi mogok kerja.

  1. Mendesak perusahaan melaksanakan prosedur perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai Permenaker Nomor 28 Tahun 2014.
  2. Pihak perusahaan merealisasikan upah atau gaji pokok plus tunjangan sesuai yang tertera dalam website upahkerja.com.
  3. Mendesak pimpinan manajemen pusat agar mencopot HRD PT OSS dan VDNI.

Editor: Husain

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Konkep Apresiasi Polda Sultra Sediakan Kuota Bintara Polri Tiap Kabupaten

14 Juni 2024 - 15:34 WITA

KSOP Kendari Sosialisasikan Permen TUKS/Tersus dan Penggunaan Aplikasi Innartpornet

13 Juni 2024 - 13:13 WITA

Kapus Lohia Diduga Tidak Transparan Kelola Anggaran, Pegawai Layangkan Mosi Tidak Percaya

13 Juni 2024 - 03:12 WITA

Tumpahan Ore Nikel Cemari Perairan Pulau Wisata Lebengki

10 Juni 2024 - 23:29 WITA

Kapal Tongkang Bermuatan Ore Nikel Terbalik di Perairan Labengki

10 Juni 2024 - 21:50 WITA

Demi Meraup Dana BOS, SMPS Terpadu Muna Bakti Diduga Manipulasi Data Siswa

10 Juni 2024 - 17:45 WITA

Trending di Daerah